Pranala.co, BALIKPAPAN — Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru) membawa denyut ramai ke Pelabuhan Semayang, Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim). Jalur laut kembali menjadi pilihan utama warga. Angkanya pun naik signifikan.
Selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), PT PELNI (Persero) Cabang Balikpapan melayani 25.406 penumpang. Totalnya berasal dari 15 kunjungan kapal yang beroperasi sepanjang periode libur akhir tahun.
Kepala Cabang PT PELNI Balikpapan, Ridwan Mandaliko, menyebut lonjakan ini sudah diantisipasi sejak awal. PELNI membagi layanan angkutan Nataru ke dalam tiga fase agar pelayanan tetap optimal.
“Pelayanan kami bagi menjadi tiga fase. Pra-Nataru pada 11–24 Desember 2025. Fase puncak pada 25–31 Desember 2025. Lalu pasca-Nataru pada 1–8 Januari 2026,” ujarnya, Senin (12/1/2026).
Pada fase arus mudik, yakni 18 hingga 31 Desember 2025, PELNI mengoperasikan sembilan kunjungan kapal. Dari jumlah itu, 8.441 penumpang turun dan 7.296 penumpang naik di Pelabuhan Semayang.
Angka tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat menggunakan transportasi laut selama libur Natal. Kapal masih menjadi andalan. Terutama untuk perjalanan antarpulau.
Sementara itu, pada arus balik 1–8 Januari 2026, tercatat enam kunjungan kapal. Jumlah penumpang yang turun mencapai 4.428 orang, sedangkan yang naik sebanyak 5.241 orang.
“Arus balik berjalan lancar. Tidak ada kendala berarti,” kata Ridwan.
PELNI juga mencatat hari-hari terpadat selama periode Nataru. Puncak arus mudik terjadi pada H-7 Natal, tepatnya 18 Desember 2025. Saat itu, 1.764 penumpang berangkat menggunakan KM Bukit Siguntang.
Adapun puncak arus balik berlangsung pada H+6 Tahun Baru, 6 Januari 2026. Sebanyak 1.776 penumpang tiba di Balikpapan, juga dengan KM Bukit Siguntang.
Ridwan menegaskan, kelancaran angkutan Nataru tidak lepas dari kesiapan armada dan koordinasi lintas sektor. Mulai dari otoritas pelabuhan, aparat keamanan, hingga instansi terkait lainnya.
“Koordinasi berjalan baik. Armada siap. Layanan juga terus kami optimalkan,” ujarnya.
Selama Nataru, rute terpadat dari Pelabuhan Balikpapan adalah Balikpapan–Parepare–Makassar–Maumere–Lewoleba–Larantuka–Kupang dengan enam kunjungan kapal. Disusul rute Balikpapan–Pantoloan sebanyak tiga kunjungan kapal.
Ke depan, PELNI berkomitmen meningkatkan kualitas layanan. Mulai dari aspek keselamatan, kenyamanan, hingga ketepatan waktu pelayaran.
“Kami ingin memastikan transportasi laut tetap aman, tertib, dan nyaman. Terutama saat mobilitas masyarakat sedang tinggi,” pungkas Ridwan. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















