Pangkep, PRANALA.CO – Simpang empat Bungoro di Kabupaten Pangkep kembali menjadi sorotan. Persimpangan yang dikenal sibuk ini kini dicap sebagai titik rawan kecelakaan dan biang kemacetan, terutama pada jam-jam sibuk pagi dan sore hari.
Pemicunya? Lampu lalu lintas yang kerap macet dan tidak berfungsi normal. Antrean kendaraan pun tak terhindarkan, bahkan mengular hingga ratusan meter.
“Setiap hari macet. Sudah sering juga motor tersenggol mobil karena semua mau cepat,” keluh Hendrik, seorang pengendara motor yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.
Kondisi ini diperparah oleh lalu lintas kendaraan berat milik PT Semen Tonasa yang melintasi simpang ini hampir setiap saat. Tak jarang, mobil besar beradu laju dengan kendaraan kecil yang berebut jalan.
Dalam sebulan terakhir, tercatat setidaknya dua kecelakaan terjadi di lokasi ini. Dari yang hanya menimbulkan kerusakan ringan, hingga yang berujung korban luka serius dan bahkan meninggal dunia.
Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Tanpa pengaturan lalu lintas yang tegas, simpang empat Bungoro bisa berubah menjadi jebakan maut. Para pengguna jalan berharap ada tindakan nyata dari pemerintah daerah dan pihak terkait.
Lampu Merah Bukan Kewenangan Dishub
Dikonfirmasi terpisah, Kepala Bidang Dinas Perhubungan Kabupaten Pangkep, Jumaintang, mengakui bahwa pihaknya bukan penanggung jawab utama lampu lalu lintas di simpang empat Bungoro.
“Yang tangani itu pihak Tonasa soal pengendaliannya. Kami hanya membantu pengawasan dan pengawalan bersama kepolisian, dan kami juga sudah koordinasikan,” jelasnya singkat, Selasa (13/5/2025). [IR]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















Comments 2