KEPOLISIAN Sektor Sangkulirang, Kutai Timur (Kutim) mengungkap kasus dugaan peredaran sabu di Desa Benua Baru Ulu, Kecamatan Sangkulirang, dengan mengamankan seorang pria berinisial AL (29), Kamis (9/4/2026) malam.
Pengungkapan ini bermula dari laporan masyarakat yang mencurigai adanya aktivitas transaksi narkotika di wilayah tersebut. Menindaklanjuti laporan tersebut, tim operasional langsung melakukan penyelidikan.
Setelah memastikan keberadaan terduga pelaku, polisi melakukan penangkapan di kawasan Jalan RA Kartini sekira pukul 21.30 WITA. Kapolsek Sangkulirang, IPTU Erik Bastian, menyampaikan bahwa langkah cepat dilakukan setelah informasi awal diterima.
“Setelah mendapatkan laporan, anggota langsung melakukan penyelidikan hingga berhasil mengamankan pelaku,” ujarnya.
Saat dilakukan penggeledahan awal, petugas tidak menemukan barang bukti pada tubuh pelaku. Namun, hasil interogasi mengarah pada lokasi penyimpanan narkotika di rumahnya.
Polisi kemudian melakukan penggeledahan lanjutan di kediaman pelaku di Jalan M. Yamin sekira pukul 22.00 WITA, dengan disaksikan aparat setempat.
Dari lokasi tersebut, ditemukan enam bungkus sabu dengan total berat mencapai 205,97 gram.
Selain itu, turut diamankan timbangan digital, plastik klip, serta satu unit telepon genggam yang diduga digunakan dalam aktivitas peredaran.
Berdasarkan keterangan awal, pelaku mengakui bahwa seluruh barang bukti tersebut adalah miliknya. Saat ini, pelaku telah diamankan di Polsek Sangkulirang untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.
Kapolres Kutai Timur, AKBP Fauzan, menegaskan bahwa pihaknya akan terus melakukan penindakan terhadap peredaran narkotika di wilayahnya.
Ia juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi.
“Tidak ada ruang bagi pelaku narkotika di Kutai Timur. Peran masyarakat sangat penting dalam membantu pengungkapan kasus,” tegasnya.
Atas perbuatannya, pelaku dijerat dengan Pasal 114 Ayat (2) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Sementara itu, pihak kepolisian masih melakukan pengembangan untuk mengungkap kemungkinan adanya jaringan lain yang terlibat. [HAF]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















