‘Klaster KPU’ Positif Corona, Kantor KPU Bontang Mulai Disemprot Disinfektan

Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni menyemprot disinfektan di rumah ibadah belum lama ini.(DOK/facebook)

USAI 1 warga Bontang terkonfirmasi positif Corona, Pemkot Bontang melalui Gugus Tugas bergerak cepat. Salah satunya mendatangi menyambangi tempat pasien tersebut bekerja di Kantor KPU Bontang Jalan Mulawarman, Bontang, Selasa (24/3) pagi.

Pasien ini disebut klaster KPU diketahui berinteraksi langsung/close contact dengan pasien postif corona dari klaster Seminar KPU di Jakarta. Punya riwayat kontak dengan komisioner KPU Kutai Kartanegara yang sudah lebih dulu dinyatakan positif dan dirawat di RSU Parikesit di Kukar. Pasien ini dalam keadaan baik bahkan tidak menunjukkan gejala-gejala terinfeksi Corona.

Belakangan diketahui warga Bontang yang positif corona berjenis kelamin perempuan, dengan usia 27 tahun. Ia diduga terjangkit covid-19 saat melakukan pertemuan acara KPU di Hotel JM, Jakarta, 9-11 Maret 2020. Pada saat acara di KPU dia duduk 1 meja dengan pasien positif dari Kukar.

Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Virus Corona Bontang, Adi Permana menyebutkan, kedatangan 7 sampai 11 tim medis yang disertai dengan 2 ambulans itu merupakan langkah untuk memantau orang yang mengalami close contact  dengan pasien tersebut.

“Ini sesuai prosedur tetap kami dari Dinas Kesehatan, salah satunya dengan melakukan pelacakan dan menyemprotkan disinfektan di tempat pasien tersebut bekerja,” ujar Adi.

Kata dia, status rekan kerja pasien tersebut sementara masih dalam monitoring. Selain itu, Dinas Kesehatan masih melakukan pelacakan orang yang mengalami close contact dengan pasien. Sembari menunggu hasil pemerikasaan sebelum ditingkatkan statusnya menjadi orang dalam pengawasan (ODP) atau pasien dalam pengawasan (PDP) 

Sebagai informasi, di KPU Bontang tedapat sekitar 30 petugas. Satu diantaranya dinyatakan positif, 1 PDP,  3 ODP dan 25 dalam status monitoring.

Jauh sebelum Kota Bontang ditetapkan Kejadian Luar Biasa (KLB), Pemkot sudah mulai melakukan langkah pencegahan penyebaran virus Covid-19 di wilayahnya. Penyemprotan disinfektan dilakukan dengan menyasar beberapa tempat umum. Terhitung sejak (19/3), kawasan Bontang Kuala jadi yang pertama disemprot. 

Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni pun tampak memimpin langsung penyemprotan. Sasaran prioritas adalah tempat ibadah. Pertama yakni di Masjid Al Firdaus. Dengan membawa dua petugas dari Dinas Kesehatan (Diskes) Bontang, penyemprotan lantas dilanjutkan ke sejumlah fasilitas publik dan sekolah di kawasan Bontang Kuala.

“Ini pencegahan awal. Kita tahu sendiri, Bontang sudah didapati satu pasien berstatus orang dengan pantauan (ODP). Tapi sudah pulang. Karena sudah dinyatakan stabil,” katanya. 

Sementara untuk anggaran penyemprotan ini, Neni rupanya tak mau menunggu alokasinya di APBD. Meski ada Rp 2 miliar untuk tanggap bencana di APBD 2020, namun Neni menyebut ada regulasi yang dianggapnya memakan waktu. Pembelian peralatan semprot hingga bahan disinfektan pun berasal dari kantong pribadinya. 

“Itu pakai uang pribadi saya dulu,” ungkapnya. 

Mengingat luasnya kawasan yang akan disemprot disinfektan seperti di Bontang Kuala, dia menyebut akan mengatur jadwal dan menyusun tim untuk memaksimalkan upaya pencegahan. Disebut, penyemprotan ini akan dilakukan hanya sekali dari pihak pemkot. 

“Sisanya diserahkan ke pihak pengurus. Untuk sekolah ke pihak sekolah. Nanti metode dan racikan obat pencegahnya akan disebarkan kembali,” jelasnya. 

Lalu bagaimana dengan fasilitas sekolah berstatus swasta? Neni mengatakan, jika mampu nanti akan dibantu oleh pemerintah. “Juga bisa andalkan CSR (corporate social responsibility) juga. Tempat ibadah juga akan kami bantu jika tidak mampu mandiri,” sambungnya. 

Disinggung mengenai sekolah, lanjut Neni bisa juga meminta bantuan ke perusahaan-perusahaan yang ada di sekitarnya untuk melakukan pencegahan penyebaran Covid-19. Mengingat jumlah ruang belajar seluruh sekolah mencapai 600 rombel.

“Kalau nunggu jadwal tim dari Pemkot bisa lama. Di awal ini juga melihat efisiensi waktu penyemprotan,” ujarnya.

Terpisah, Kepala SD 01 Bontang Yani Astuti menerangkan, akan menggunakan dana kas yang masih ada. Pasalnya, dana bantuan operasional sekolah (Bos) sampai saat ini belum keluar. 

“Habis-habisan buat corona ini pokoknya,” tegasnya. Pihaknya pun akan menunggu rilis bahan dan cara penggunaannya disinfektan. Yani menambahkan akan melakukan penyemprotan dua kali dalam seminggu. “Apalagi nanti kalau anak-anak sudah diperbolehkan masuk,” katanya. ***

More Stories
Tak Bisa Pulang ke Mahulu, 683 Pelajar-Mahasiswa Dapat Uang Saku