Pranala.co, SAMARINDA – Kalimantan Timur (Kaltim) terus menunjukkan daya saing sebagai tujuan investasi nasional. Dari tahun ke tahun, nilai investasi yang masuk ke Benua Etam konsisten berada dalam jajaran 10 besar nasional. Pada 2025, Kalimantan Timur bahkan berhasil menembus peringkat enam nasional dengan nilai investasi mencapai Rp87,78 triliun.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim, Fahmi Prima Laksana, mengatakan capaian tersebut mencerminkan iklim investasi daerah yang kondusif serta kepercayaan investor yang terus menguat.
“Realisasi investasi Kalimantan Timur sepanjang 2025 mencapai Rp87,78 triliun. Angka ini berhasil melampaui target yang ditetapkan pemerintah pusat,” ujar Fahmi.
Fahmi memaparkan tren investasi Kalimantan Timur dalam lima tahun terakhir yang terus menunjukkan pertumbuhan signifikan. Pada 2021, nilai investasi tercatat sebesar Rp41,17 triliun dengan 7.323 proyek, menempatkan Kalimantan Timur di peringkat sembilan nasional.
Capaian tersebut meningkat pada 2022 dengan nilai investasi sebesar Rp57,76 triliun dari 7.722 proyek, yang kembali menempatkan Kalimantan Timur di peringkat sembilan nasional. Tren positif berlanjut pada 2023 dengan realisasi investasi mencapai Rp71,89 triliun dari 6.963 proyek, sekaligus mengerek posisi Kalimantan Timur ke peringkat delapan nasional.
Pada 2024, nilai investasi kembali meningkat menjadi Rp76,33 triliun dengan 27.761 proyek, mengantarkan Kalimantan Timur ke peringkat tujuh nasional. Momentum pertumbuhan tersebut berlanjut pada 2025, dengan realisasi investasi melonjak menjadi Rp87,78 triliun dari sekitar 35.000 proyek, sekaligus menempatkan Kalimantan Timur di peringkat enam nasional.
“Target investasi Kalimantan Timur pada 2025 sebesar Rp79,86 triliun. Artinya, realisasi yang dicapai mencapai 109 persen dari target,” jelas Fahmi.
Menurut Fahmi, capaian tersebut tidak terlepas dari strategi agresif pemerintah daerah dalam mempromosikan potensi investasi di seluruh kabupaten dan kota di Kalimantan Timur. Berbagai peluang investasi diperkenalkan melalui kerja sama bilateral serta forum-forum investasi berskala nasional dan internasional.
Salah satu upaya strategis yang dilakukan adalah penyelenggaraan Mahakam Investment Forum serta penguatan kemitraan dengan Provinsi Anhui di Tiongkok.
Berdasarkan sumber pendanaan, total investasi Kalimantan Timur pada 2025 berasal dari Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp70,92 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) senilai Rp16,86 triliun.
Sementara jika ditinjau dari lapangan usaha, sektor pertambangan masih menjadi kontributor utama investasi di Kalimantan Timur. Selain itu, sektor industri kimia dan sektor pangan juga terus menunjukkan daya tarik tinggi bagi para penanam modal. (RIL)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















