Pranala.co, BALIKPAPAN – Operasi Patuh Mahakam 2025 resmi dimulai. Di hari pertama pelaksanaan, sebanyak 28 pengendara terjaring razia oleh Satuan Lalu Lintas Polresta Balikpapan.
Kegiatan ini berlangsung Senin (14/7/2025) sore, mulai pukul 16.00 WITA hingga selesai. Lokasinya di halaman Mapolresta Balikpapan.
Kasat Lantas Polresta Balikpapan, Kompol M.D. Djauhari, memimpin langsung jalannya razia kendaraan bermotor (Rikranmor). Dalam keterangannya, ia menyebut kegiatan ini bagian dari Operasi Patuh Mahakam 2025 yang bertujuan menertibkan lalu lintas dan meningkatkan kesadaran pengendara.
“Hari pertama kami fokus pada penindakan pelanggaran kasat mata. Tujuannya jelas, menciptakan lalu lintas yang aman, nyaman, dan berkeselamatan,” ujar Kompol Djauhari.
Sebanyak 48 personel gabungan ikut dilibatkan dalam operasi ini. Terdiri dari: 25 personel Satlantas Polresta Balikpapan; 5 personel Polisi Militer (Pom AD); 5 petugas dari Jasa Raharja; 5 petugas Dinas Perhubungan (Dishub); 5 personel Satpol PP
Berikut hasil penindakan pelanggaran yang dilakukan: Tilang: 28 pelanggaran; STNK disita: 18 lembar; SIM disita: 8 lembar; Kendaraan disita: 2 unit; Teguran tertulis: 2 pelanggaran untuk kendaraan Over Dimension and Over Loading (ODOL)
Ipda Sangidun selaku Kepala Satgas Banops menyebut operasi ini bagian dari upaya menyukseskan visi “Indonesia Emas 2045” lewat budaya tertib berlalu lintas.
“Rikranmor ini bukan sekadar penindakan, tapi juga edukasi. Tertib lalu lintas adalah fondasi kota yang aman dan masyarakat yang maju,” jelasnya.
Kompol Djauhari berharap, masyarakat Balikpapan bisa lebih disiplin di jalan. Ia juga mengimbau agar pengendara mematuhi rambu dan aturan yang berlaku demi keselamatan bersama.
“Tertib bukan karena takut ditilang, tapi karena sadar pentingnya keselamatan,” tegasnya.
Operasi Patuh Mahakam 2025 akan berlangsung selama 14 hari ke depan. Polresta Balikpapan mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lalu lintas yang tertib dan aman.


















