Bontang, PRANALA.CO – Setiap kali rumah sakit penuh, keluhan pun datang silih berganti. Kamar rawat inap sulit didapat, antrean pasien mengular, dan keluarga pasien harus bersabar menanti giliran. Inilah realita yang tengah dihadapi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Taman Husada Bontang. Namun, harapan baru mulai tampak di cakrawala.
Tahun 2026, rumah sakit kebanggaan warga Bontang ini berencana membangun Gedung C. Lokasinya sudah ditentukan—di area bawah rumah sakit, tak jauh dari gedung Bengkirai. Gedung ini tak sekadar bangunan fisik, tapi juga simbol peningkatan layanan kesehatan bagi masyarakat kota industri ini.
“Memang kita butuh tambahan ruang rawat inap. Selalu penuh setiap hari. Jadi pembangunan Gedung C ini jadi solusi yang sedang kami siapkan,” kata Direktur RSUD Bontang, dr Suhardi, saat ditemui belum lama ini.
Tak main-main, Gedung C ini dirancang untuk menampung sekira 100 tempat tidur tambahan. Jumlah yang cukup signifikan untuk mengurangi tekanan di ruang rawat inap yang selama ini selalu sesak.
Tapi pembangunan ini bukan sekadar inisiatif rumah sakit. Menurut dr Suhardi, proyek tersebut juga masuk dalam program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang terpilih. Targetnya jelas: menaikkan status RSUD Taman Husada menjadi rumah sakit tipe B plus.
“Kalau mau naik kelas, tentu semua aspek harus ditingkatkan. Termasuk sarana dan prasarana. Gedung C ini bagian dari upaya itu,” ujarnya.
Pekerjaan fisik memang baru akan dimulai tahun depan. Namun tahapan perencanaannya dimulai tahun ini, dengan kucuran dana sebesar Rp 2 miliar dari APBD Bontang. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















Comments 2