Pranala.co, BONTANG – Warga Bontang kembali dibuat pusing. Gas elpiji subsidi ukuran 3 kilogram atau gas melon mendadak sulit ditemukan di pasaran.
Kelangkaan ini langsung berdampak pada harga. Di tingkat pengecer, satu tabung melon dipatok antara Rp32 ribu hingga Rp35 ribu. Padahal harga eceran tertinggi (HET) di agen resmi jauh lebih rendah.
Hardi, warga RT 11 Kelurahan Telihan, mengaku dapurnya sudah tiga hari tak bisa digunakan. Tabung gas terakhirnya habis dan ia kesulitan mencari pengganti.
“Jadi kalau mau makan, terpaksa beli lauk matang. Kalau setiap hari begitu, jelas berat di kantong,” keluhnya, Rabu (10/8/2025).
Hardi sudah berkeliling ke beberapa kios dan agen. Namun hasilnya sama, stok gas melon nihil. “Setiap kali datang, semuanya bilang habis,” tambahnya.
Ani, ibu rumah tangga di Loktuan, juga mengalami hal serupa. Ia akhirnya membeli gas melon di pengecer meski harganya selangit.
“Kalau enggak beli, keluarga enggak bisa makan. Jadi terpaksa,” ujarnya.
Kelangkaan gas melon ternyata bukan hal baru di Bontang. Fenomena serupa kerap muncul ketika permintaan meningkat. Misalnya saat musim hajatan atau momen-momen tertentu.
Warga berharap pemerintah bisa segera mengatasi masalah ini. Apalagi, tidak semua rumah tangga sudah terlayani jaringan pipa gas kota.
“Kalau bisa distribusinya diperhatikan. Jangan sampai kami terus-terusan kesulitan cari gas,” kata Ani. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















