Samarinda, PRANALA.CO – Siapa bilang Kalimantan Timur (Kaltim) hanya punya tambang dan minyak? Nyatanya, provinsi ini juga menyumbang angka ekspor nonmigas yang cukup menggiurkan, khususnya ke Amerika Serikat.
Selama 2024, nilai ekspor Kaltim ke Negeri Paman Sam– sebutan lain Amerika Serikat tembus di angka 23,05 juta dolar AS. Dan seperti tahun-tahun sebelumnya, produk turunan kelapa sawit dan kayu lapis tetap menjadi jagoan.
Menurut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kaltim, Heni Purwaningsih, ekspor tahun lalu bertumpu pada lima komoditas utama. Yang paling mendominasi adalah minyak sawit olahan—seperti RBD Palm Oil, RBD Palm Stearin, RBD Palm Olein, dan RBD Palm Kernel Oil—dengan total volume hampir 19.350 ton dan nilai mencapai 13,89 juta dolar AS.
Dari hutan tropis yang menjadi paru-paru dunia, datanglah ekspor kayu lapis Meranti dan sejenisnya. Volume 15.754 meter kubik kayu lapis itu memberi sumbangan sekitar 9,16 juta dolar AS.
Masuk ke 2025, geliat ekspor belum juga melambat. Dalam tiga bulan pertama saja—Januari hingga Maret—total nilai ekspor Kaltim ke AS sudah menyentuh 8,32 juta dolar AS. Angka ini jadi bukti bahwa Kaltim masih jadi pemain penting dalam jalur dagang lintas benua.
Namun ada sedikit pergeseran komoditas. Kayu Meranti masih dikirim, tapi volumenya menurun dibandingkan periode sama tahun lalu. Yang menarik, komoditas baru muncul di radar ekspor: suku cadang mesin pemboran. Tidak besar memang, hanya 162 kilogram, tapi nilainya sudah 6.520 dolar AS—cukup membuat catatan baru dalam sejarah ekspor Kaltim.
Pemerintah pun bersiap. Heni menyebutkan bahwa pihaknya akan mengikuti langkah pusat. Yakni membentuk satuan tugas khusus untuk merespons berbagai kebijakan perdagangan internasional yang mulai berubah arah.
“Kami ingin memastikan bahwa pelaku usaha Kaltim tetap bisa menyesuaikan diri dengan dinamika pasar global,” ucap Heni. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















