SAMARINDA – Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami penurunan nilai ekspor signifikan pada Mei 2024, mencapai 9,14 persen dibandingkan dengan bulan sebelumnya.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Yusniar Juliana, mengungkapkan bahwa total ekspor tercatat sebesar US$1,91 miliar. Sebaliknya, impor menunjukkan kenaikan sebesar 6,51% pada periode yang sama, mencapai angka US$365,88 juta.
Yusniar menjelaskan bahwa penurunan ekspor ini disebabkan oleh dinamika global yang mempengaruhi permintaan pasar internasional, terutama untuk komoditas nonmigas.
“Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi perekonomian Kaltim yang bergantung pada ekspor komoditas,” tambahnya.
Jika dibandingkan dengan Mei 2023, nilai impor pada Mei 2024 mengalami penurunan sebesar 30,37%. Penurunan ini terutama disebabkan oleh turunnya impor minyak mentah sebesar 80,90%.
Meskipun demikian, nilai impor hasil minyak dan gas masing-masing meningkat sebesar 96,57% dan 129,63%.
Meskipun terjadi penurunan ekspor, neraca perdagangan Kaltim pada Mei 2024 mencatat surplus sebesar US$1,55 miliar. Surplus ini terdiri dari surplus sektor nonmigas sebesar US$1,54 miliar dan sektor migas sebesar US$7,62 juta. Namun, sektor migas mengalami defisit sebesar US$199,17 juta sepanjang Januari hingga Mei 2024.
Secara kumulatif, neraca perdagangan Kaltim selama periode Januari hingga Mei 2024 mengalami surplus sebesar US$8,23 miliar.
Surplus ini didorong sektor nonmigas yang mencatatkan surplus sebesar US$8,43 miliar, meskipun sektor migas mengalami defisit. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















Comments 1