SAMARINDA – Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) gencar mengupayakan pengembangan produk-produk non-migas dan non-batu bara ke pasar internasional. Langkah ini diambil sebagai bagian dari strategi diversifikasi ekonomi untuk mengurangi ketergantungan pada sektor migas dan batu bara yang tidak dapat diperbarui.
Menurut Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UMKM (Disperindagkop) Kalimantan Timur, Heni Purwaningsih, pengembangan komoditas unggulan non-migas dan non-batu bara yang memiliki potensi pasar internasional menjadi fokus utama.
“Kami fokus pada pengembangan komoditas unggulan non-migas dan non-batu bara yang memiliki potensi pasar internasional,” ujar Heni mengutip antara, Kamis (11/7/2024).
Langkah ini diambil karena dominasi sumber daya alam seperti migas dan batu bara dalam perekonomian daerah perlu dikurangi. Sumber daya ini tidak dapat diperbarui, sehingga keberlanjutan ekonomi perlu didorong melalui diversifikasi.
Komoditas unggulan yang dikembangkan meliputi sektor perikanan, perkebunan, pertanian, hortikultura, serta produk-produk usaha kecil dan menengah (UKM). Produk-produk ini telah menunjukkan peningkatan kualitas dan mampu memenuhi standar internasional.
Disperindagkop Kaltim telah berhasil menumbuhkan 75 UKM ekspor dan 50 UKM potensial ekspor. Upaya pengenalan produk UKM Kaltim ke pasar global terus dilaksanakan melalui berbagai cara, seperti penjajakan pasar ekspor, kerjasama dengan atase perdagangan, Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) di luar negeri, dan business matching antara pelaku UKM Kaltim dengan pelaku usaha luar negeri.
Selain itu, misi dagang dan pameran bertaraf internasional juga digalakkan, baik di dalam maupun luar negeri, bekerja sama dengan Kementerian Perdagangan RI. Disperindagkop Kaltim juga mengadakan forum diskusi kelompok (FGD) untuk membahas kendala ekspor dan mencari solusi.
“Kami optimistis transformasi ekonomi yang dilakukan dapat meningkatkan pendapatan daerah, menciptakan lapangan kerja baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tambah Heni.
Salah satu ajang penting yang menjanjikan peluang besar bagi para pelaku usaha adalah Trade Expo Indonesia (TEI) di Indonesia Convention Exhibition (ICE), BSD City, Tangerang, Banten, yang akan digelar pada 9–12 Oktober 2024.
Disperindagkop Kaltim telah mempersiapkan TEI 2024 dengan detail, mengundang partisipasi dari berbagai instansi terkait dan komunitas bisnis, termasuk Komunitas Pengusaha Muslim Indonesia (KMPI) Samarinda.
“Kami berharap lebih banyak pelaku usaha lokal dapat terlibat dan memanfaatkan platform ini untuk mencapai pasar internasional,” harap Heni.
Dengan langkah-langkah ini, Kalimantan Timur optimistis menjadi salah satu pemain utama dalam ekonomi global, terutama dalam ekspor komoditas non-migas dan non-batu bara, yang pada akhirnya akan memberikan kontribusi signifikan bagi perekonomian daerah. (*)


















