Pranala.co, SANGATTA — Setelah tiga hari pencarian intensif, tim SAR gabungan Kutai Timur (Kutim) akhirnya menemukan pasangan suami-istri yang tenggelam di Sungai Meratak, Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon. Keduanya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, Rabu (8/10).
Pasangan itu diketahui bernama Marsel dan Helmiana Neri. Mereka tenggelam saat menyeberangi sungai menggunakan perahu pada Senin sore (6/10) sekira pukul 17.00 WITA. Perahu yang mereka tumpangi dilaporkan karam akibat arus deras.
Koordinator Pos SAR Sangatta Aries Setiawan menjelaskan, pencarian hari kedua dimulai pukul 07.15 WITA. Tim melakukan penyisiran ke arah hilir sungai dari titik awal kejadian.
Sekira pukul 13.30 WITA, tim menemukan Helmiana Neri berjarak sekitar 1,5 kilometer dari lokasi tenggelam. Beberapa jam kemudian, tepat pukul 18.10 WITA, Marsel ditemukan di jarak 2,3 kilometer dari lokasi awal.
Keduanya langsung dievakuasi ke rumah duka di Desa Tepian Langsat. “Dua korban atas nama Helmiana Neri dan Marsel ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Setelah evaluasi pada pukul 18.45 WITA, operasi SAR resmi ditutup,” ujar Aries Setiawan di Sangatta.
Operasi pencarian ini melibatkan Basarnas, Polair, BPBD, TNI, Damkar, relawan, serta warga sekitar. Sinergi semua unsur ini menjadi kunci keberhasilan misi pencarian yang berlangsung selama tiga hari.
Meski demikian, tim SAR menghadapi berbagai tantangan di lapangan. Selain arus sungai yang deras, mereka juga harus waspada terhadap binatang buas di sekitar lokasi.
Beruntung, kondisi cuaca cerah membantu memperlancar proses pencarian hingga semua korban ditemukan.
Aries menuturkan, seluruh unsur yang terlibat telah dikembalikan ke kesatuan masing-masing usai pelaksanaan debriefing.
“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu. Setelah korban terakhir ditemukan, operasi SAR resmi dinyatakan selesai,” ujarnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















