
WACANA penguatan sektor pariwisata di Kabupaten Berau kembali mengemuka. Namun kali ini, bukan sekadar soal promosi destinasi. DPRD menilai, komitmen pemerintah harus tercermin jelas dalam angka—melalui alokasi anggaran yang memadai dan terarah.
Anggota Komisi II DPRD Berau, Sutami, mengusulkan agar pemerintah daerah mempertimbangkan pengalokasian hingga 10 persen dari total APBD untuk sektor pariwisata.
“Kalau itu dipertimbangkan, tentu secara politik dewan akan membahasnya lebih serius,” kata Sutami.
Menurut Sutami, pengembangan destinasi wisata tidak bisa berjalan tanpa dukungan fiskal yang kuat. Alokasi anggaran menjadi indikator keseriusan pemerintah dalam mendorong sektor ini sebagai motor ekonomi daerah.
Ia menilai, peningkatan porsi anggaran dapat mempercepat pembangunan destinasi wisata di Berau—yang selama ini dikenal memiliki potensi besar, terutama di kawasan pesisir dan kepulauan.
Namun, Berau memiliki tantangan tersendiri. Berbeda dengan destinasi populer seperti Bali atau Raja Ampat, akses menuju lokasi wisata di Berau membutuhkan waktu tempuh yang lebih panjang dan infrastruktur yang belum sepenuhnya optimal.
“Untuk sampai ke tujuan wisata, banyak memakan waktu,” ujarnya.
Kondisi ini, menurut dia, harus menjadi pertimbangan utama dalam penyusunan kebijakan anggaran.
Sutami menegaskan, peningkatan anggaran harus diiringi dengan perencanaan yang jelas. Tanpa sistem yang terbangun dengan baik, anggaran justru berisiko tidak efektif.
Ia menyoroti sejumlah persoalan mendasar yang masih menghambat sektor pariwisata, seperti: keterbatasan jaringan internet; distribusi bahan bakar minyak (BBM); konektivitas antar destinasi
“Mau kita bicara anggaran besar, tapi kalau belum terkoneksi dengan baik, hasilnya tidak maksimal,” katanya.
Usulan peningkatan anggaran ini disebut sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah yang tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) maupun Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). Karena itu, DPRD Berau mendorong agar pembahasan dilakukan secara lebih serius dan terukur. [ADS/DPRD BERAU]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















