Pranala.co, SAMARINDA – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Timur alias Disdikbud Kaltim melakukan penyelarasan pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) bagi siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) melalui koordinasi teknis bersama dinas pendidikan kabupaten dan kota se-Kaltim.
Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pelaksanaan TKA berjalan seragam, transparan, serta mampu memberikan gambaran akurat mengenai kemampuan akademik peserta didik di seluruh wilayah provinsi.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Disdikbud Kaltim Armin mengatakan, TKA tidak hanya berfungsi sebagai evaluasi pendidikan, tetapi juga sebagai instrumen pemetaan kemampuan akademik siswa.
“TKA ini bukan sekadar ujian evaluasi biasa, melainkan alat ukur untuk memetakan kemampuan akademik siswa sekaligus mendorong proses pembelajaran yang lebih berkualitas di masa depan,” ujar Armin.
Menurutnya, koordinasi teknis yang melibatkan dinas pendidikan kabupaten dan kota menjadi langkah penting agar seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama terkait mekanisme pelaksanaan tes tersebut.
Melalui penyelarasan prosedur tersebut, diharapkan instrumen penilaian TKA dapat mengukur capaian akademik siswa secara transparan, akurat, dan objektif.
Berdasarkan jadwal yang telah ditetapkan pemerintah provinsi, pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik untuk jenjang SMP dan Madrasah Tsanawiyah (MTs) akan dilaksanakan secara serentak pada 6 hingga 16 April 2026.
Sementara itu, pelaksanaan tes untuk siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) dijadwalkan berlangsung pada 20 hingga 30 April 2026.
Armin menegaskan, pelaksanaan TKA secara serentak juga menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan pemerataan mutu pendidikan di Kalimantan Timur.
“Tes kemampuan akademik ini menjadi fondasi penting dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan secara merata di daerah,” katanya.
Ia menambahkan, materi soal yang disiapkan dalam TKA tidak hanya berfokus pada kemampuan dasar seperti membaca dan berhitung.
Lebih dari itu, soal-soal tersebut juga dirancang untuk menguji kemampuan siswa dalam memahami dan menyelesaikan persoalan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu mendorong peserta didik mengembangkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah.
Armin juga menilai bahwa langkah standardisasi asesmen pendidikan di tingkat provinsi dapat membantu mengurangi kesenjangan kualitas pendidikan yang selama ini masih menjadi tantangan di sejumlah wilayah Kaltim. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















