Pranala.co, BALIKPAPAN — Suasana tenang di Pantai Kemala berubah panik pada Senin (10/11/2025) sore. Seorang remaja, Khairul Anam (16), hilang diduga tenggelam setelah berenang bersama tiga rekannya. Hingga Selasa (11/11/2025), tim SAR gabungan masih terus melakukan pencarian.
Pukul 18.00 Wita, laporan pertama masuk ke Basarnas Balikpapan. Tim segera bergerak ke lokasi. Mereka menyisir garis pantai menggunakan metode rantai manusia. Namun sampai malam, tidak ada tanda-tanda keberadaan korban.
“Kami langsung ke sini begitu dapat laporan. Penyisiran awal belum membuahkan hasil,” kata Koordinator Lapangan Basarnas Balikpapan, Ramadhani.
Pencarian kemudian dilanjutkan malam hari menggunakan alat bantu pancing rawai atau pisep untuk menjangkau titik kemungkinan korban tersangkut. Upaya hingga pukul 21.00 Wita juga belum memberikan hasil.
Selasa pagi sekira pukul 07.00 Wita, pencarian diperluas hingga radius satu kilometer dari titik Khairul terakhir terlihat. Ombak tinggi menjadi kendala utama. Tim tidak bisa memaksa masuk terlalu jauh ke arah tengah laut, tetapi penyisiran tetap dilakukan secara maksimal.
Dalam operasi ini, Basarnas mengerahkan empat perahu karet, dua speedboat, satu polyteline, serta dukungan satu rig TNI Angkatan Laut. Tim BPBD Balikpapan, relawan SAR, dan warga setempat ikut membantu menyisir sepanjang garis pantai.
Informasi di lapangan menyebut, sebelum hilang, Khairul dan teman-temannya sempat melompat dari dermaga di sekitar Pantai Kemala. Area tersebut kini telah dipasang garis polisi untuk kepentingan penyelidikan.
Di rumahnya, sang ibu, Mudiah, hanya bisa menunggu dalam isak. Ia menceritakan, Khairul berpamitan ingin berenang dengan teman-temannya. Hatinya terasa remuk karena putranya sebenarnya tidak bisa berenang.
“Dia bilang mau ke pantai. Padahal dia itu nggak bisa berenang,” ucap Mudiah dengan suara bergetar.
Sebelum kejadian, Khairul kehilangan ponselnya dan tampak murung. Menurut Mudiah, mungkin anaknya ingin menenangkan pikiran di tepi pantai.
“Dia sempat berhenti sekolah karena saya sakit. Dia bilang mau sekolah lagi, tapi malu karena usianya sudah besar,” kenangnya.
Hingga berita ini diturunkan, tim SAR gabungan belum menemukan korban. Pencarian akan dilanjutkan besok dengan cakupan area yang lebih luas di sekitar Pantai Kemala. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















