PEMERINTAH Kota Balikpapan kembali memperkuat program seragam sekolah gratis. Pada tahun ajaran 2026/2027, anggarannya naik menjadi sekitar Rp30 miliar, atau meningkat sekitar 10 persen dibanding tahun sebelumnya.
Ada sekira 150 ribu stel seragam yang disiapkan untuk peserta didik mulai jenjang PAUD, SD, SMP hingga Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Kesetaraan. Program ini diharapkan mampu meringankan beban keluarga sekaligus memastikan seluruh siswa memulai tahun ajaran baru dengan kesempatan yang sama.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Balikpapan, Irfan Taufik, mengatakan kenaikan anggaran mengikuti meningkatnya kebutuhan pengadaan seragam.
“Kurang lebih Rp30 miliar. Ada peningkatan kurang lebih 10 persen,” kata Irfan usai penyerahan simbolis seragam sekolah gratis di SD Negeri 009 Balikpapan Utara, Kamis (16/7/2026).
Tahun ini, setiap peserta didik menerima tiga jenis seragam, yakni seragam nasional, batik, dan Pramuka. Paket bantuan juga dilengkapi topi serta ikat pinggang.
Menurut Irfan, program tersebut merupakan komitmen Pemerintah Kota Balikpapan yang terus dipertahankan sebagai salah satu prioritas di bidang pendidikan.
“Hari ini kami membagikan secara simbolis seragam untuk anak-anak kita mulai dari PAUD, SD, SMP hingga Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Kesetaraan,” ujarnya.
Peluncuran program dipusatkan di SD Negeri 009 Balikpapan Utara. Sekolah ini dikenal sebagai sekolah rujukan Google dan telah memiliki Kelas Gemini yang mendukung pembelajaran berbasis teknologi.
Meski sudah diluncurkan, proses distribusi masih berlangsung bersamaan dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS).
Disdikbud menargetkan seluruh siswa telah menerima sekaligus mengenakan seragam baru pada 20 Juli 2026, saat kegiatan belajar mengajar dimulai secara penuh.
Irfan mengungkapkan seluruh seragam diproduksi oleh konveksi di luar Balikpapan. Industri konveksi lokal dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan sekitar 150 ribu stel dalam waktu yang tersedia dengan standar kualitas yang dibutuhkan.
Program ini tidak hanya membantu mengurangi beban biaya pendidikan yang harus ditanggung orang tua.
Pemkot Balikpapan juga berharap pengadaan seragam secara terpusat mampu mengurangi lonjakan permintaan pembelian seragam di awal tahun ajaran, yang selama ini menjadi salah satu pemicu inflasi daerah.
Di sisi lain, seluruh siswa dapat memulai sekolah dengan pakaian baru yang sama sehingga rasa percaya diri mereka ikut tumbuh.
“Harapannya anak-anak lebih percaya diri karena semuanya memakai baju baru. Orang tua juga terbantu, dan program ini bisa mengurangi tekanan inflasi daerah,” tutup Irfan. (*)















