Pranala.co, BONTANG — Pemerintah Kota Bontang resmi memulai langkah awal pelaksanaan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029. Kick Off Meeting digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota Bontang, Selasa (2/9/2025).
Acara ini diinisiasi Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian, dan Pengembangan Daerah (Bapperida) Bontang. Tujuannya, menyamakan arah pembangunan lima tahun ke depan agar selaras dengan visi daerah, provinsi, hingga nasional.
Hadir dalam kegiatan itu Sekretaris Daerah, staf ahli wali kota, asisten sekretariat, para kepala dinas, camat, lurah, hingga jajaran perencana di seluruh perangkat daerah.
Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni menegaskan, RPJMD bukan sekadar dokumen formal. Lebih dari itu, ia adalah peta jalan pembangunan.
“RPJMD adalah kompas pembangunan. Semua kebijakan, program, dan kegiatan pemerintah lima tahun ke depan akan mengacu pada dokumen ini. Bahkan, ini menjadi dasar evaluasi kinerja pemerintahan,” tegas Neni.
RPJMD Kota Bontang 2025–2029 sudah ditetapkan dalam Perda Nomor 1 Tahun 2025. Nantinya, RPJMD akan menjadi landasan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahunan.
Neni pun meminta seluruh kepala OPD memahami isi RPJMD dengan baik. “Tidak cukup hanya tahu, tapi harus benar-benar diimplementasikan di unit kerja masing-masing,” ujarnya.
Lima Program Prioritas
Dalam forum itu, Neni juga memaparkan lima program unggulan yang akan menjadi prioritas pembangunan Bontang:
Bontang Sehat dan Bontang Pintar
Meningkatkan layanan pendidikan dan kesehatan yang merata, inklusif, serta didukung sarana-prasarana memadai.Gerakan Ekonomi Bontang
Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui UMKM, investasi, pariwisata, perikanan, hingga industri kreatif.Infrastruktur Maju dan Merata
Melanjutkan pembangunan jalan, air bersih, sanitasi, hingga infrastruktur digital di seluruh wilayah.Inovasi dan Pelayanan Prima
Mewujudkan birokrasi yang inovatif dan layanan publik berbasis digital yang cepat, mudah, serta transparan.Komitmen Kesejahteraan Masyarakat
Memperkuat perlindungan sosial, keberpihakan pada kelompok rentan, serta meningkatkan kualitas hidup warga.
Dengan dimulainya implementasi ini, Pemkot Bontang berharap pembangunan lima tahun ke depan benar-benar berdampak nyata.
“Visi kita jelas: Bontang yang sehat, cerdas, berdaya saing, dan sejahtera. Itu tujuan besar yang harus kita capai bersama,” pungkas Neni. (RIL/KOM)

















