Pranala.co, BONTANG – Wajah Kota Bontang terus dibenahi. Namun di sejumlah ruas jalan, satu persoalan masih mencolok. Kabel udara yang semrawut.
Gulungan kabel listrik dan telekomunikasi tampak menggantung rendah. Mengganggu pemandangan. Bahkan berpotensi membahayakan keselamatan publik.
Persoalan ini pun menjadi perhatian Pemerintah Kota Bontang. Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, menegaskan penataan kabel tidak bisa dilakukan secara instan.
Menurutnya, solusi jangka panjang membutuhkan kajian mendalam. “Kondisi tanah kita harus dikaji dulu. Apakah memungkinkan penanaman kabel di bawah tanah atau tidak,” ujar Agus Haris, Kamis (24/12/2025).
Ia menyebut wacana penataan utilitas bawah tanah sebenarnya sudah lama dibahas. Bahkan telah disampaikan langsung oleh Wali Kota Bontang. Namun, hingga kini masih berada pada tahap perencanaan dan kajian teknis.
Agus Haris menjelaskan, banyak kota besar di Indonesia hingga luar negeri telah menerapkan sistem utilitas bawah tanah. Kabel listrik dan telekomunikasi disatukan di bawah permukaan tanah. Kota pun terlihat lebih rapi dan aman.
Namun, konsep tersebut tidak bisa diterapkan begitu saja di Bontang. Selain membutuhkan anggaran besar, kondisi tanah dan infrastruktur eksisting harus benar-benar diperhitungkan.
“Di bawah tanah kita sudah ada jaringan pipa air PDAM dan utilitas lain. Ini harus dipastikan aman dan sesuai standar teknis,” jelasnya.
Menurut Agus Haris, penataan kabel bukan sekadar memindahkan jaringan dari atas ke bawah tanah. Lebih dari itu, ini adalah penataan sistem kota untuk jangka panjang.
“Semua harus memenuhi standar keselamatan. Tidak boleh asal tanam,” tegasnya.
Sambil menunggu hasil kajian, Pemkot Bontang memastikan tidak tinggal diam. Langkah-langkah sederhana tetap akan dilakukan.
Agus Haris meminta pemilik jaringan utilitas, seperti PLN dan Telkom, segera merapikan kabel udara yang ada. Terutama kabel yang menggantung rendah atau melintang di jalan.
“Minimal dirapikan. Jangan sampai kabel kendor, turun ke bawah, dan mengganggu pandangan,” katanya.
Ia juga mengingatkan, kabel semrawut bisa menghambat kendaraan darurat. Mulai dari ambulans hingga mobil pemadam kebakaran.
“Ini bukan hanya soal estetika, tapi juga keselamatan,” ujarnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Pemerintah Kota Bontang berencana memberikan teguran resmi kepada pemilik utilitas yang belum melakukan penataan. Langkah ini diharapkan menjadi awal perubahan.
Pemkot ingin menciptakan ruang kota yang lebih tertib, aman, dan nyaman. Bagi pejalan kaki. Bagi pengendara. Dan bagi seluruh warga.
“Penataan kabel adalah bagian dari komitmen membangun Bontang yang rapi dan berkelanjutan,” pungkas Agus Haris. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















