Pranala.co, BONTANG — Pemerintah Kota Bontang mulai menyalakan kembali semangat sepak bola di kota gas ini. Lewat rapat koordinasi yang digelar di Pendopo Rumah Jabatan Wali Kota, Senin siang (20/10/2025), wacana pembentukan Liga 3 Bontang resmi dibahas secara matang.
Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris memimpin langsung rapat yang dihadiri berbagai unsur. Mulai dari Ketua DPRD Andi Faizal Sofyan Hasdam, para kepala dinas, hingga perwakilan ASKOT PSSI, perusahaan, komunitas suporter, dan pihak perbankan.
Rencana ini bukan sekadar agenda olahraga. Agus Haris menegaskan, pembentukan Liga 3 Bontang merupakan bagian dari upaya menghidupkan kembali identitas dan kebanggaan kota melalui sepak bola.
“Sepak bola bukan cuma hiburan. Ia juga sarana membangun semangat sosial, kesehatan masyarakat, dan penggerak ekonomi,” ujar Agus Haris.
Menurutnya, kompetisi ini lahir dari aspirasi masyarakat, bukan sekadar program pemerintah. Karena itu, perusahaan-perusahaan di Bontang diharapkan ikut ambil bagian melalui tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL).
“Dukungan terhadap kegiatan masyarakat, termasuk sepak bola, adalah bentuk nyata kepedulian sosial. Pemerintah hanya memfasilitasi agar kolaborasi ini berjalan baik,” tambahnya.
“Hasil rapat hari ini menjadi landasan untuk menyusun dokumen final. Pertemuan berikutnya akan membahas nominal dan bentuk kerja sama. Kita ingin semua berjalan transparan dan berkelanjutan,” tutup Agus Haris.
Dalam rapat tersebut, berbagai pihak menyampaikan dukungan. Ketua DPRD Bontang Andi Faizal Sofyan Hasdam menilai langkah ini sebagai strategi sosial-ekonomi daerah.
“Kegiatan ini bukan hanya olahraga, tapi juga penggerak ekonomi lokal. Masyarakat dapat hiburan, UMKM bergerak, dan citra kota kembali hidup,” ujarnya.
DPRD, lanjutnya, siap mendukung melalui pembahasan lanjutan bersama pihak teknis dan dunia usaha. Ia menegaskan bahwa kontribusi perusahaan bersifat sukarela, bukan kewajiban atau paksaan.
“Yang paling penting adalah keberlanjutan dukungan, bukan bantuan sesaat. Kita ingin sepak bola Bontang tumbuh dari bawah dan bertahan lama,” kata Andi Faizal.
Rapat juga membahas format kompetisi. Liga 3 Bontang akan menggunakan sistem home tournament, bukan home-away, agar lebih efisien dan terpusat.
Pemerintah pun menyiapkan pertemuan lanjutan untuk membahas regulasi sponsorship dan partnership, termasuk mekanisme bantuan dari perusahaan.
Proposal resmi dan draf regulasi akan menjadi dasar hukum pelaksanaan Liga 3 Bontang. Dengan inisiatif ini, Bontang seperti ingin mengembalikan kejayaannya di dunia sepak bola. Bukan hanya soal prestasi, tapi juga soal kebanggaan dan kebersamaan warga kota.
Liga 3 Bontang diharapkan menjadi titik awal lahirnya kembali klub profesional dan semangat baru bagi generasi muda. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















