Bontang, PRANALA.CO — Semakin maraknya kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak di Kota Bontang membuat Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) setempat tak tinggal diam. Langkah tegas langsung diambil: seluruh satuan pendidikan diinstruksikan untuk mengaktifkan dan memberdayakan kembali Satuan Tugas Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan (TPPK) di lingkungan sekolah.
Instruksi ini, kata Kepala Disdikbud Bontang Bambang Cipto Mulyono, merujuk pada Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 tentang Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Satuan Pendidikan.
“Kami ingin memastikan ruang belajar yang inklusif, beragam, dan aman bagi seluruh warga sekolah,” ujar Bambang saat ditemui, Senin (28/4/2025).
Menurut Bambang, sebenarnya TPPK sudah dibentuk di semua sekolah sejak 2024 lalu. Namun ia menegaskan, sekadar membentuk saja tidak cukup. Tim itu harus benar-benar aktif bekerja, bukan hanya sekadar ada di atas kertas.
“Kami ingin mereka bergerak, melakukan edukasi, mengawasi perilaku siswa, dan memastikan tidak ada kekerasan yang terjadi,” tegasnya.
TPPK diharapkan menjadi garda terdepan dalam mencegah kekerasan di sekolah. Salah satu tugas pentingnya adalah memberikan pemahaman kepada siswa tentang bahaya kekerasan, serta memantau dan mendeteksi potensi tindakan berbahaya sejak dini.
Dengan keberadaan satgas ini, Bambang berharap siswa akan berpikir dua kali sebelum melakukan tindakan yang bisa membahayakan orang lain atau dirinya sendiri.
“Ini bagian dari upaya membangun budaya sekolah yang lebih sehat, menghargai, dan aman bagi semua,” tambahnya.
Tak hanya mengandalkan TPPK, Disdikbud Bontang juga mendorong seluruh sekolah memasang kamera pengawas (CCTV) di area-area rawan, seperti lorong sekolah, lapangan, hingga sudut-sudut tersembunyi.
Langkah ini dinilai strategis untuk memperketat pengawasan aktivitas siswa sehari-hari.
“Keberadaan CCTV sangat penting untuk mendeteksi dan mencegah potensi kekerasan sebelum berkembang menjadi masalah serius,” tutup Bambang. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















Comments 2