• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, April 3, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Kaltim

Benteng Kuno Dayak dari Masa Tradisi Berburu Kepala

Suriadi Said by Suriadi Said
3 April 2021 | 15:00
Reading Time: 3 mins read
0
Benteng Kuno Dayak dari Masa Tradisi Berburu Kepala

Salah satu gambaran kotta di tepi Kapuas Murung, Kalimantan. (C.A.L.M Schwaner/Wikipedia).

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

PRANALA.CO – Dulu kala, ketika orang-orang Dayak masih sering memburu kepala musuh-musuhnya, mereka membangun perlindungan di balik benteng kayu ulin yang kokoh. Batang-batang kayu ulin disusun utuh berjajar begitu rapat menyerupai pagar keliling yang sangat tinggi. Beberapa di antaranya dilengkapi dengan menara pengintai.

Sepasang haramaung diletakkan untuk menjaga pintu masuknya. Macan dahan ini menjadi simbol keberanian dan perlindungan bagi masyarakat Ngaju. Dulu di depan pagar juga akan ada sosok muka dengan mata melotot dan lidah terjulur. Si muka seram di tiang kambelawit inilah penghalau setiap hal buruk yang datang.

PILIHAN REDAKSI

Mengenal Sejarah Teka-Teki Silang yang Kini Menjadi Permainan Populer

Mengenal Sejarah Teka-Teki Silang yang Kini Menjadi Permainan Populer

17 November 2024 | 22:48
Dewan Adat Dayak Kaltim Serukan Persatuan Usai Kasus Kekerasan di Paser

Dewan Adat Dayak Kaltim Serukan Persatuan Usai Kasus Kekerasan di Paser

17 November 2024 | 16:20

Kini yang ada hanyalah tiang kosong yang tampak di permukaan tanah. Pencuri telah mengambil patung macan penjaga itu dengan memangkasnya dari tiang. Patung kambelawit itu juga sekarang sudah tak utuh lagi. Tiangnya pun telah aus.

Sementara itu, sebagian besar tiang pagar sudah tak terlihat. Banyak yang hilang. Ada pula yang terpendam di dalam tanah. Begitu paling tidak yang bisa terlihat dari sisa-sisa bangunan Kuta Mapot dan Hantapang di Daerah Aliran Sungai Kahayan. Kuta adalah cara masyarakat Dayak Ngaju menyebut bangunan benteng bikinannya.

Sudah Ribuan Tahun

Di dalam sebuah kuta, biasanya terdapat rumah betang, rumah panggung panjang di mana masyarakat Ngaju berdiam. Di depan rumah betang seringnya terdapat sandung, sebuah kubur sekunder berbentuk rumah panggung kecil. Masyarakat Ngaju menyimpan sisa tulang belulang tokoh yang mereka hormati di dalamnya.

Kebutuhan sumber makanan tersedia di lumbung. Ada pula kuta yang dilengkapi dengan patahu, bangunan kecil berisi penjaga kelompok masyarakat di dalam kuta.

Teknologi hunian benteng semacam itu telah diwarisi masyarakat Ngaju sejak berabad silam. Yang tertua sementara ini adalah Kuta Mapot yang telah dihuni sejak abad ke-4 atau sekira 1.700 tahun yang lalu.

“Secara fitrah manusia cenderung membentengi diri, seperti juga orang Dayak membentengi diri dengan benteng keliling,” kata Sunarningsih, peneliti Balai Arkeologi Kalimantan Selatan dalam diskusi via zoom bertajuk “Misteri Kuta di Kalimantan” yang diadakan oleh Balai Arkeologi Kalimantan Selatan, Selasa, 23 Juni 2020.

Sampai abad ke-19 benteng-benteng perlindungan masyarakat Ngaju itu masih bisa diamati dengan baik. Setidaknya bisa tergambar jelas dalam catatan geolog dan naturalis Jerman, Carl Schwaner yang melakukan ekspedisi menembus pedalaman Borneo pada 1843–1847.

dayak 1
Litografi berjudul ‘On the Head Hunting’ karya Carl Alfred Bock, yang melukiskan seorang lelaki Dayak dengan peranti berperang. [Carl Alfred Bock/Head Hunters of Borneo]
Dalam penjelajahannya, di sepanjang sungai utama di Kalimantan bagian tengah, Schwaner banyak menemukan hunian berbenteng. Ia menyebut hunian itu dengan istilah kotta. Ia mendata ada sembilan kotta di sepanjang Sungai Barito, 26 kotta di Kapuas, dan 62 kotta di Kahayan.

“Kuta, atau yang oleh Schwaner ditulis kotta, adalah sistem pertahanan yang dimiliki masyarakat Dayak Ngaju yang hidup di sepanjang sungai Barito, Kapuas, dan Kahayan di Kalimantan bagian tengah,” kata Sunarningsih.

Balai Arkeologi Kalimantan Selatan masih bisa mendata beberapa kuta ketika melakukan penelusuran pada 2013 di sepanjang DAS Kahayan dari hilir hingga hulu. Misalnya, kuta di Kuala Kurun yang berada di tepi Sungai Kahayan. Tanda-tandanya sudah tidak terlihat, kecuali keberadaan bangunan sandung.

Sejumlah lokasi penemuan benteng sudah bisa diperkirakan umurnya. Misalnya, Kuta Amai Rawang di atas bukit batu diperkirakan berasal dari abad ke-15. Kuta Madehan dihuni pada sekira abad ke-12.

Peneliti Balai Arkeologi Kalimantan Selatan sudah menggali beberapa kuta. Misalnya, dari sampel arang didapat pertanggalan ablosut bahwa pembangunan Kuta Hantapang sudah dimulai sejak 1300–1800. Sedangkan Kuta Bataguh menunjukkan pertanggalan sejak 400 hingga 1800, sama dengan pertanggalan Kuta Mapot.

Dihuni Ketika Ada Serangan

Mansyur, sejarawan Universitas Lambung Makurat Banjarmasin, menjelaskan kuta diperkirakan awalnya dibangun pada zaman Tetek Tatum atau zaman Ratap Tangis.

“Zaman ini dikenal juga dengan zaman Haasang atau perang, bunuh membunuh antarsuku dan wabah sehingga banyak penduduk yang mengungsi,” kata Mansyur.

Kondisi masyarakat Ngaju yang masih melakukan tradisi pengayauan, berburu kepala musuh, menyebabkan munculnya bentuk rumah betang berpagar keliling. Hunian semacam ini dianggap lebih aman.

Ketika terjadi serangan, kata Sunarningsih, kelompok tersebut akan berlindung di dalam kuta. Mereka masih bisa beraktivitas dan bertahan hidup, karena berbagai fasilitas tersedia di dalam kuta. Kebutuhan logistik juga tersimpan di dalam lumbung.

“Apabila serangan musuh sudah berhenti untuk sementara, penghuni kuta akan beraktivitas seperti biasa, baik di ladang maupun di sungai untuk melanjutkan kehidupan mereka,” kata Sunarningsih.

Kuta diperkirakan tak dipakai lagi setelah perjanjian damai Tumbang Anoi pada 1894. Namun, pada tahun-tahun setelahnya tampaknya masih terjadi aktivitas kayau pada beberapa tempat tertentu di wilayah Kalimantan.

“Aktivitas tersebut tidak dengan serta merta langsung berhenti,” kata Sunarningsih, dikutip dari Historia. **

Tags: Benteng Kuno DayakDayakHistoriSejarah
Previous Post

Truk Amblas, Jalur Samarinda-Bontang Macet Total

Next Post

DPRD Bontang Berharap Larangan Mudik Dikawal Ketat

BACA JUGA

Kutim Siap Dukung Porprov Kaltim VIII, Berpeluang jadi Tuan Rumah Cabor Tambahan

Kutim Siap Dukung Porprov Kaltim VIII, Berpeluang jadi Tuan Rumah Cabor Tambahan

2 April 2026 | 22:24
Polres Kutim Gandeng STIPER Kembangkan Pertanian Modern di Lahan Eks Tambang KPC

Polres Kutim Gandeng STIPER Kembangkan Pertanian Modern di Lahan Eks Tambang KPC

2 April 2026 | 17:08
Lahan 3 Hektare Disetujui DPRD Kutim, Bulog Siap Bangun Gudang di Sangatta

Lahan 3 Hektare Disetujui DPRD Kutim, Bulog Siap Bangun Gudang di Sangatta

1 April 2026 | 20:24
Kebijakan WFH ASN Masuk Kutim, Ini Skema yang Disiapkan Kutim Jajaki Dukungan Pusat untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur Strategis Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman Hasil Rakornas 2026, Pemkab Kutim Kaji Program Perumahan hingga Sawit

Kebijakan WFH ASN Masuk Kutim, Ini Skema yang Disiapkan

1 April 2026 | 20:15
PERAK Bantah Isu Barter Proyek Rp600 Miliar di Kutim, Masyarakat Diminta Waspada Hoaks

PERAK Bantah Isu Barter Proyek Rp600 Miliar di Kutim, Masyarakat Diminta Waspada Hoaks

1 April 2026 | 18:38
Ribuan Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Pemprov Siapkan Langkah Mitigasi

Ribuan Pekerja Tambang Kaltim Terancam PHK, Pemprov Siapkan Langkah Mitigasi

1 April 2026 | 18:33
Next Post
DPRD Bontang Berharap Larangan Mudik Dikawal Ketat

DPRD Bontang Berharap Larangan Mudik Dikawal Ketat

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

30 Maret 2026 | 19:05
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026 Jadwal Kapal Pelni Juli 2025 dari Balikpapan dan Bontang, Cek Lengkapnya di Sini Jadwal Kapal Pelni Balikpapan Juli 2025 Resmi Rilis, Cek Tanggal dan Rute Lengkapnya di Sini

Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026

29 Maret 2026 | 21:14
Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya Jalur Laut Masih Rawan, Polres Bontang Perketat Pengawasan Narkoba di Pelabuhan

Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya

29 Maret 2026 | 20:24
Curhatan ASN Bontang soal Rencana Pemangkasan TPP

Curhatan ASN Bontang soal Rencana Pemangkasan TPP

1 April 2026 | 07:21

Terbaru

Rp25 Miliar untuk Rumah Dinas Gubernur Kaltim, Seno Aji: Bukan Cuma Renovasi 47 Anggota TAGUPP Dipertanyakan, Gubernur Kaltim: Ini Investasi, Bukan Biaya

Rp25 Miliar untuk Rumah Dinas Gubernur Kaltim, Seno Aji: Bukan Cuma Renovasi

2 April 2026 | 22:47
Kutim Siap Dukung Porprov Kaltim VIII, Berpeluang jadi Tuan Rumah Cabor Tambahan

Kutim Siap Dukung Porprov Kaltim VIII, Berpeluang jadi Tuan Rumah Cabor Tambahan

2 April 2026 | 22:24
Porprov VIII Kaltim 2026 Digelar November, Nomor Pertandingan Dikurangi

Porprov VIII Kaltim 2026 Digelar November, Nomor Pertandingan Dikurangi

2 April 2026 | 22:19
Penyaluran BLT Bontang Tersendat, Bank Jemput Bola Bantu Warga Urus Virtual Account

Penyaluran BLT Bontang Tersendat, Bank Jemput Bola Bantu Warga Urus Virtual Account

2 April 2026 | 22:04

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved