Makassar, PRANALA.CO – Pemerintah Kota Bontang serius ingin menggenjot Pendapatan Asli Daerah (PAD). Hal itu terlihat dari kunjungan kerja Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, ke Balai Kota Makassar, Kamis (17/4/2025) di Ruang Rapat Sipakalebbi Kantor Wali Kota Makassar.
Didampingi jajaran dari Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Bontang, kunjungan ini difokuskan untuk menggali strategi pengelolaan PAD serta mempelajari penguatan sektor industri dan pelabuhan—dua potensi besar yang juga dimiliki Kota Bontang.
Rombongan Bontang diterima langsung Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Makassar, Fathur Rahim. Turut hadir dari pihak Bontang, Kabid Pengelolaan Pendapatan Daerah Bapenda, Syapriansyah, dan Kasubbid Pengendalian Pendapatan Daerah, Nur Alam.
Wawali Agus Haris menyampaikan harapan besar dari kunjungan ini. Ia menyebut Bontang sejatinya memiliki potensi ekonomi yang besar karena dikelilingi oleh perusahaan besar, namun realisasi PAD-nya masih belum optimal.
“Kami ingin belajar bagaimana Kota Makassar mengelola sektor industri dan pelabuhan sehingga bisa berkontribusi besar ke PAD. Karena meski kami punya potensi, angkanya masih sangat kecil,” ujar Agus dikutip keterangannya, Jumat (18/4/2025).
Ia juga menekankan visi Bontang sebagai kota jasa dan industri, yang ditopang oleh kualitas sumber daya manusia. Menurutnya, pembelajaran dari Makassar bisa menjadi modal berharga untuk menyusun strategi fiskal yang lebih mandiri.
Sementara itu, Fathur Rahim menyampaikan bahwa PAD Makassar pada tahun 2024 mencapai lebih dari Rp1,6 triliun. Angka tersebut didominasi oleh pajak daerah sebesar Rp1,41 triliun, retribusi daerah Rp55,57 miliar, pengelolaan kekayaan daerah Rp26,62 miliar, dan lain-lain PAD yang sah sebesar Rp111,3 miliar.
“PAD adalah tulang punggung pembangunan kota. Makanya, kami mengelola PAD dengan prinsip transparansi dan ketepatan sasaran,” ungkap Fathur.
Ia juga menjelaskan bahwa Makassar menerapkan pendekatan inklusif dan berkelanjutan, serta terus mengembangkan regulasi yang berpihak pada pembangunan daerah. Kota ini memiliki tujuh visi strategis, termasuk peningkatan daya saing ekonomi, penguatan infrastruktur berkelanjutan, dan tata kelola pemerintahan yang berkualitas.
Kunjungan ini pun menjadi ajang berbagi pengalaman antar dua kota pesisir yang sama-sama menjadikan sektor industri sebagai pilar ekonomi. Pemkot Bontang berharap, dari pertemuan ini, dapat lahir inovasi dan kebijakan baru yang mampu mendongkrak PAD serta mendorong kemandirian fiskal. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















Comments 1