BONTANG, Pranala.co — Lonjakan kasus campak di Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) menjadi perhatian serius otoritas kesehatan. Dinas Kesehatan setempat menilai rendahnya cakupan imunisasi sebagai salah satu faktor utama yang memicu peningkatan kasus penyakit menular tersebut.
Kepala Diskes Bontang, Bahtiar Mabe, mengungkapkan bahwa sebagian besar anak yang terinfeksi campak diketahui belum pernah mendapatkan imunisasi.
“Berdasarkan laporan surveilans, rata-rata yang terkena campak adalah anak yang tidak diimunisasi. Padahal penyakit ini sangat mudah menular,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Campak merupakan penyakit yang menyebar melalui percikan batuk dan bersin. Dalam lingkungan yang padat, seperti sekolah, risiko penularan menjadi lebih tinggi.
Satu anak yang tidak diimunisasi, kata Bahtiar, berpotensi menjadi sumber penularan bagi banyak anak lainnya.
“Jika ada satu anak terinfeksi di sekolah, penularannya bisa cepat menyebar ke teman-temannya,” katanya.
Pemerintah Kota Bontang sebenarnya telah memiliki regulasi terkait imunisasi. Namun, aturan tersebut masih bersifat imbauan dan belum disertai sanksi bagi orang tua yang tidak mengimunisasi anaknya.
Kondisi ini dinilai menjadi salah satu penyebab rendahnya kesadaran masyarakat. Bahtiar menegaskan, imunisasi tidak hanya melindungi individu, tetapi juga berperan penting dalam melindungi lingkungan sekitar dari penyebaran penyakit.
Diskes Bontang juga menyoroti masih adanya kekhawatiran sebagian orang tua terhadap efek samping vaksin. Menurut Bahtiar, vaksin yang digunakan saat ini telah melalui uji klinis dan dinyatakan aman.
Ia menilai, anggapan bahwa vaksin menjadi penyebab sakit sering kali tidak tepat. “Terkadang setelah divaksin anak sakit, lalu vaksinnya yang disalahkan. Padahal bisa saja ada faktor lain, seperti kondisi kesehatan bawaan,” jelasnya.
Bagi anak yang belum mendapatkan imunisasi dasar sesuai usia, Diskes Bontang memastikan vaksin tetap dapat diberikan melalui program imunisasi lanjutan atau booster.
Orangtua diimbau untuk berkonsultasi langsung dengan tenaga kesehatan di fasilitas pelayanan terdekat, seperti puskesmas.
“Silakan datang ke puskesmas untuk mendapatkan informasi dan layanan imunisasi,” ujar Bahtiar.
Diskes Bontang menegaskan bahwa imunisasi merupakan langkah paling efektif untuk mencegah penularan campak. Tanpa cakupan imunisasi yang tinggi, risiko penyebaran penyakit di masyarakat akan terus meningkat.
Dia pun berharap kesadaran masyarakat semakin tumbuh, sehingga kasus campak dapat ditekan dan kesehatan anak-anak di Bontang tetap terjaga. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















