Samarinda, PRANALA.CO – Hujan deras yang mengguyur Kota Samarinda, Kaltim sejak pukul 04.30 Wita, Senin (12/5/2025), memicu bencana banjir dan tanah longsor di puluhan titik. Berdasarkan laporan resmi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Samarinda, tercatat sedikitnya 26 lokasi tergenang banjir, serta empat titik longsor yang menimbulkan kerusakan serius.
Peristiwa paling memprihatinkan terjadi di Jalan Belimau, Kelurahan Lempake, RT 22. Sebuah rumah dilaporkan tertimpa material longsor. Diduga, empat orang penghuni rumah masih tertimbun reruntuhan.
“Kami masih terus melakukan koordinasi di lapangan, baik dengan tim evakuasi, relawan, maupun instansi teknis lainnya. Dugaan sementara memang ada empat orang yang tertimbun akibat longsor di kawasan Belimau,” ujar Kepala BPBD Samarinda, Suwarso, saat dikonfirmasi Senin pagi.
Tim evakuasi yang terdiri dari BPBD, relawan, TNI/Polri dan Dinas Pemadam Kebakaran masih melakukan pencarian di lokasi longsor hingga berita ini diturunkan.
Selain longsor, genangan banjir turut melanda sejumlah jalan protokol dan pemukiman. Titik-titik banjir tercatat di Flyover Juanda, Jalan Pangeran Antasari, Jalan D.I. Panjaitan, hingga jalur poros menuju Bandara APT Pranoto. Ketinggian air bervariasi antara 35 hingga 80 sentimeter.
Akibatnya, lalu lintas di beberapa kawasan lumpuh total, aktivitas warga terganggu, dan sejumlah kendaraan terpaksa mogok di tengah genangan.
Sejumlah fasilitas umum turut terdampak. SMP Negeri 24 di Kelurahan Bukit Pinang dan SD Negeri 019 Sungai Siring dilaporkan terendam air, memaksa pihak sekolah meliburkan aktivitas belajar mengajar sementara waktu.
Sementara itu, pohon tumbang dilaporkan terjadi di Jalan Mugirejo, tepatnya di tanjakan Lubuk Sawah, yang sempat menghalangi akses kendaraan.
BPBD Kota Samarinda melalui Posko Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) yang dijaga personel seperti Ari Wira Satriaji dan Ahmad Nur Alpandi, memastikan pelaporan dan koordinasi berjalan selama kejadian berlangsung.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di wilayah rawan longsor dan banjir. BPBD meminta warga untuk segera mengungsi ke lokasi aman apabila debit air terus meningkat atau tanda-tanda longsor terdeteksi.
“Kami harap masyarakat tetap siaga, tidak panik, dan mengikuti arahan petugas di lapangan,” tutup Suwarso. [DIAS/AM]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















Comments 2