Pranala.co, BONTANG – Kepolisian Resor (Polres) Bontang terus memperketat pengawasan lalu lintas selama bulan suci Ramadan. Upaya ini dilakukan untuk menekan aksi balapan liar yang kerap meresahkan warga dan membahayakan keselamatan pengguna jalan. Hasilnya, puluhan sepeda motor telah diamankan dalam operasi yang digelar secara rutin.
Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Bontang mencatat, hingga pertengahan Ramadan sedikitnya 80 sepeda motor telah diamankan dari berbagai lokasi di Kota Bontang.
Rinciannya, 10 kendaraan diduga digunakan untuk aksi balapan liar, sementara sebagian besar lainnya terjaring akibat penggunaan knalpot brong yang mengganggu kenyamanan masyarakat.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bontang, Ajun Komisaris Polisi Purwo Asmadi, menegaskan bahwa pihaknya tidak akan memberikan toleransi terhadap aksi kebut-kebutan di jalan umum.
“Sampai saat ini ada 80 kendaraan yang kami amankan selama Ramadan. Dari jumlah itu, 10 yang diduga digunakan untuk aksi balapan liar, sementara sisanya melanggar karena menggunakan knalpot brong,” ujarnya, Kamis (12/3/2026).
Polisi menyiapkan sanksi tegas bagi pelaku balapan liar. Jika terbukti menggunakan kendaraan untuk aksi tersebut, pengendara akan dikenai denda yang cukup besar serta sanksi administratif berupa penahanan kendaraan.
“Jika terbukti digunakan untuk balapan liar, kami kenakan denda Rp3 juta. Selain itu, motor akan ditahan dan tidak boleh diambil selama tiga bulan,” tegas Purwo Asmadi.
Menurutnya, aksi balapan liar di Bontang biasanya terjadi pada waktu-waktu tertentu ketika jalanan relatif sepi, yakni dari tengah malam hingga menjelang subuh.
Beberapa ruas jalan telah diidentifikasi sebagai lokasi rawan balapan liar. Diantaranya, Jalan Ahmad Yani di Kelurahan Api-Api dan Jalan Sultan Hasanuddin di Kelurahan Berbas Pantai. Kedua jalan tersebut memiliki lintasan panjang dan relatif lurus, sehingga sering dimanfaatkan oleh pelaku untuk aksi kebut-kebutan.
“Paling sering kami amankan dari dua lokasi itu,” ungkap Purwo.
Meski demikian, Purwo menyebut intensitas balapan liar tahun ini relatif lebih menurun dibandingkan tahun sebelumnya. Salah satu penyebabnya adalah aktivitas sekolah yang tetap berjalan selama Ramadan.
“Syukurnya tahun ini sekolah tidak libur, jadi aksi balapan liar agak berkurang. Biasanya paling banyak terjadi pada malam Minggu saja,” katanya.
Polres Bontang mengingatkan bahwa balapan liar bukan sekadar pelanggaran lalu lintas, tetapi juga berpotensi menimbulkan kecelakaan serius bahkan korban jiwa. Karena itu, peran pengawasan dari keluarga menjadi sangat penting.
“Orangtua harus betul-betul mengawasi anaknya. Jangan sampai motor dipakai untuk kegiatan yang membahayakan. Kalau sampai terjadi kecelakaan, yang rugi tentu keluarga sendiri,” pesannya. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















