Samarinda, PRANALA.CO – Ketua Kwartir Daerah (Kwarda) Gerakan Pramuka Kalimantan Timur (Kaltim), Fachruddin Djaprie, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah mengeluarkan rekomendasi atau izin kepada individu maupun kelompok untuk melakukan penggalangan dana atau permintaan sumbangan atas nama Gerakan Pramuka Kwarda Kaltim.
Pernyataan ini muncul sebagai respons atas laporan sejumlah instansi yang menerima kunjungan oknum tak dikenal, mengaku sebagai utusan Kwarda Kaltim dalam program bertajuk “Keliling Indonesia”.
“Saya tegaskan, itu tidak ada. Kwarda Kaltim tidak pernah mengeluarkan rekomendasi seperti itu. Jangan sampai masyarakat terjebak dan mengira ini kegiatan resmi,” tegas Fachruddin dalam keterangannya, Selasa (15/4/2025).
Menurutnya, modus yang digunakan oknum tersebut semakin mencurigakan karena melibatkan Kartu Tanda Anggota (KTA) Pramuka yang diduga kuat palsu, dengan mencantumkan nama Ketua Kwarda yang tidak sesuai dengan data resmi.
“Pada 2022, Ketua Kwarda Kaltim adalah Ibu Noorbaiti Isran. Tapi dalam KTA itu tertulis nama Irjen Pol. Ike Edwin. Ini jelas tidak sah dan direkayasa,” ujarnya.
Selain menggunakan KTA fiktif, oknum tersebut juga mencatut nama organisasi bernama Anggota Pramuka Luar Biasa (APLB) Cacat Tuna Rungu Indonesia. Fachruddin menegaskan bahwa organisasi tersebut tidak berada di bawah struktur resmi Gerakan Pramuka Kaltim.
“Jika benar ada Pramuka berkebutuhan khusus, pembinaannya dilakukan di gugus depan sekolah luar biasa (SLB), bukan langsung di bawah Kwarda. Apalagi untuk kegiatan besar, harus melalui prosedur dari gugus depan, kwarran, hingga kwarcab,” tambah mantan Kepala Dispora Kaltim ini.
Fachruddin juga meluruskan persepsi publik bahwa Gerakan Pramuka tidak pernah mengajukan permintaan sumbangan kepada instansi, apalagi mengatasnamakan program besar tanpa koordinasi.
“Kami punya kegiatan nasional seperti pelayaran nusantara bersama TNI AL, dan itu resmi, pakai kapal perang, dananya terstruktur. Tidak ada sumbangan dari instansi seperti ini,” tegasnya.
Atas maraknya informasi menyesatkan, Kwarda Kaltim mengimbau semua pihak untuk tidak melayani permintaan donasi dari pihak yang mengaku utusan Pramuka tanpa bukti resmi. Fachruddin meminta agar masyarakat segera mengonfirmasi ke Kwarda bila merasa ragu.
“Abaikan saja, atau langsung konfirmasi ke kami. Ini penting untuk menjaga nama baik Pramuka sebagai gerakan pendidikan karakter, bukan alat untuk memanfaatkan belas kasihan,” imbaunya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami




















Comments 2