BALIKPAPAN, Pranala.co — Aktivitas logistik di PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) meningkat sepanjang Maret 2026. Arus peti kemas tercatat naik sekira 3 persen dibandingkan bulan sebelumnya, seiring meningkatnya distribusi barang selama Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Direktur Utama KKT, Enriany Muis, menyebut lonjakan tersebut dipicu meningkatnya kebutuhan distribusi barang untuk memenuhi permintaan masyarakat selama Ramadan hingga pasca-Lebaran.
“Ini menjadi gambaran bahwa kebutuhan distribusi barang meningkat signifikan pada periode tersebut,” ujarnya, Sabtu (4/4/2026).
Menurutnya, sepanjang Maret 2026, operasional terminal berjalan lebih aktif. Karena, aktivitas bongkar muat berlangsung secara berkelanjutan dengan dukungan kesiapan peralatan serta koordinasi tim di lapangan.
Di samping itu, frekuensi kunjungan kapal petikemas juga meningkat dibandingkan Februari. Lanjut, setiap kedatangan kapal, kata Enriany, direspons dengan pengaturan sandar yang terencana serta kesiapan fasilitas terminal.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga kelancaran proses bongkar muat sekaligus mempercepat distribusi barang. “Kesiapan ini menjadi kunci dalam merespons lonjakan arus barang selama periode Ramadan dan Idulfitri,” terangnya.
Dia menambahkan, seluruh peralatan dalam kondisi siap pakai dengan sistem kerja yang terstruktur serta koordinasi tim yang solid, sehingga mampu mengimbangi peningkatan aktivitas logistik.
Di satu sisi, kenaikan arus petikemas juga didorong oleh meningkatnya aktivitas industri dan distribusi di sejumlah wilayah di Kalimantan Timur (Kaltim), khususnya Balikpapan, Samboja, dan Penajam.
Ke depan, sebut Enriany, KKT berkomitmen untuk tetap menjaga tren positif ini melalui penguatan sistem layanan, peningkatan efisiensi bongkar muat, serta pemantauan arus logistik secara berkelanjutan.
Melalui kesiapan operasional yang terus dijaga, Enriany optimistis arus petikemas akan terus tumbuh dan mendukung kelancaran distribusi barang, khususnya di kawasan timur Indonesia. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















