Pranala.co, SAMARINDA – Pelaku usaha mikro dan kecil (UMK) di Kalimantan Timur (Kaltim) mendapat kabar baik. Pemerintah melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) menyiapkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) senilai Rp4,6 triliun pada 2026.
Dana tersebut diproyeksikan menjangkau 23.250 debitur di berbagai kabupaten dan kota di Kaltim. Tujuannya memperkuat modal usaha, mempercepat pertumbuhan sektor produktif, serta membuka lebih banyak lapangan kerja.
Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (Kanwil DJPb) Kaltim, Edih Mulyadi mengatakan, program KUR menjadi salah satu instrumen penting pemerintah untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan.
“Nilai KUR sebesar itu anggarannya dipercayakan dikelola oleh sejumlah bank konvensional maupun bank berbasis syariah yang tersebar di kabupaten maupun kota di Kaltim,” ujar Edih, Minggu (8/3/2026).
Menurut dia, pembiayaan tersebut juga diharapkan membantu pelaku UMK memperoleh modal usaha produktif sekaligus meringankan beban bunga pinjaman sehingga mereka dapat lebih fokus mengembangkan usaha.
Dari total alokasi Rp4,6 triliun, sebagian besar pembiayaan akan disalurkan melalui bank konvensional. Nilainya mencapai Rp4,09 triliun dengan sasaran 20.935 debitur. Sementara itu, pembiayaan melalui bank syariah dialokasikan sebesar Rp504,47 miliar untuk 2.315 debitur.
Edih merinci, pembiayaan melalui bank konvensional terbagi menjadi beberapa kategori usaha, yakni:
- Usaha super mikro: Rp1,26 miliar untuk 99 debitur
- Usaha mikro: Rp2,98 triliun untuk 18.305 debitur
- Usaha kecil: Rp1,11 triliun untuk 2.532 debitur
Sedangkan pembiayaan melalui bank syariah terdiri dari:
- Usaha super mikro: Rp10,76 miliar untuk 634 debitur
- Usaha mikro: Rp189,53 miliar untuk 980 debitur
- Usaha kecil: Rp304,17 miliar untuk 701 debitur
Skema ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak pelaku usaha, mulai dari usaha rintisan hingga usaha kecil yang sedang berkembang.
Selain memaparkan target tahun depan, DJPb Kaltim juga mencatat capaian penyaluran KUR sepanjang 2025 yang dinilai cukup positif. Total realisasi KUR di provinsi ini mencapai Rp4,07 triliun untuk 52.780 debitur.
Sebagian besar pembiayaan mengalir kepada pelaku usaha mikro, dengan nilai mencapai Rp2,59 triliun bagi 46.260 debitur. Sementara itu, pelaku usaha kecil menerima pembiayaan sebesar Rp1,38 triliun untuk 5.528 debitur.
“Keberhasilan serapan pembiayaan dari APBN ini diyakini turut mendorong perputaran ekonomi kerakyatan di Kaltim,” kata Edih.
Tak hanya untuk modal usaha, program KUR juga mencakup beberapa skema pembiayaan khusus.
Sepanjang 2025, tercatat beberapa fasilitas pembiayaan tambahan, di antaranya:
- KUR Supply Rumah: Rp43,99 miliar untuk 13 debitur
- KUR Demand Rumah (renovasi atau pembangunan rumah untuk tempat usaha): Rp39,33 miliar untuk 217 debitur
- KUR Super Mikro: Rp7,18 miliar untuk 758 debitur
- KUR untuk calon pekerja migran (TKI/PMI): Rp140 juta untuk 4 debitur
Program tersebut dirancang untuk memberi fleksibilitas pembiayaan bagi pelaku usaha, termasuk yang membutuhkan dukungan untuk pengembangan tempat usaha maupun persiapan bekerja di luar negeri. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















