• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, Maret 4, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Nasional

95 Ribu Arsip Pertanahan Rusak Diterjang Banjir, BPN dan ANRI Kejar Target Pulih Akhir 2026

Suriadi Said by Suriadi Said
4 Maret 2026 | 16:09
Reading Time: 3 mins read
0
95 Ribu Arsip Pertanahan Rusak Diterjang Banjir, BPN dan ANRI Kejar Target Pulih Akhir 2026
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, ACEH — Air datang tiba-tiba. Lumpur menyusul tanpa ampun. Di sejumlah kantor pertanahan di Provinsi Aceh, lembar demi lembar buku tanah dan surat ukur terendam. Bukan sekadar kertas yang basah. Di dalamnya tersimpan kepastian hukum atas ribuan bidang tanah milik masyarakat.

Bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada 26 November 2025 berdampak pada sedikitnya delapan kabupaten/kota. Data sementara mencatat sekitar 95.000 arsip pertanahan berupa buku tanah dan surat ukur mengalami kerusakan akibat terendam air. Selain itu, tak kurang dari 165.000 warkah atau dokumen pendukung riwayat tanah turut terdampak.

PILIHAN REDAKSI

Sekjen ATR/BPN Kunjungi ANRI, Perkuat Tata Kelola Arsip Pertanahan di Era Digital

Sekjen ATR/BPN Kunjungi ANRI, Perkuat Tata Kelola Arsip Pertanahan di Era Digital

3 Maret 2026 | 16:28
Wajah Baru Kantor Pertanahan Bontang: Lebih Luas, Modern, dan Ramah Keluarga

Wajah Baru Kantor Pertanahan Bontang: Lebih Luas, Modern, dan Ramah Keluarga

28 Februari 2026 | 19:12

Setiap arsip menyimpan informasi vital: identitas pemilik, riwayat peralihan hak, hingga batas-batas bidang tanah. Ketika arsip rusak, pelayanan pertanahan terancam terhambat. Dalam situasi tertentu, kondisi ini berpotensi memicu sengketa di kemudian hari.

Kepala Kantor Wilayah Badan Pertanahan Nasional (BPN) Provinsi Aceh, Arinaldi, menyebut proses pemulihan tidak dapat dilakukan secara instan. Jika mengandalkan mekanisme normal, penyelamatan ratusan ribu dokumen itu diperkirakan bisa memakan waktu hingga lima tahun.

Karena itu, percepatan menjadi pilihan. Target yang ditetapkan cukup ambisius: seluruh arsip terdampak dapat direstorasi dan pelayanan kembali normal pada akhir 2026.

Pemulihan arsip bukan sekadar menjemur kertas di bawah sinar matahari. Dokumen yang terendam harus melalui serangkaian tahapan teknis. Mulai dari pembersihan lumpur, pengeringan menggunakan metode khusus, pemilahan berdasarkan tingkat kerusakan, hingga penataan ulang.

Proses ini dilakukan secara hati-hati agar tinta tidak luntur dan kertas tidak hancur. Kesalahan kecil bisa membuat informasi di dalamnya hilang permanen.

Upaya tersebut melibatkan kolaborasi lintas lembaga. Empat pilar utama bergerak bersama, yakni Kantor Wilayah BPN Provinsi Aceh, Kantor Wilayah BPN Provinsi Sumatera Utara, Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), dan Sekolah Tinggi Pertanahan Nasional (STPN).

Kolaborasi ini dinilai menjadi kunci percepatan. Dengan tambahan sumber daya manusia dan keahlian teknis, peluang penyelamatan arsip dalam kondisi optimal semakin besar.

ANRI Turunkan Tenaga Profesional

Kepala ANRI, Mego Pinandito, menegaskan bahwa penyelamatan arsip terdampak bencana tidak bisa ditangani satu institusi saja. Menurutnya, penanganan arsip memang terlihat sederhana, tetapi di lapangan membutuhkan ketelitian tinggi, kesabaran, serta koordinasi lintas sektor.

Dalam proses restorasi di Aceh, ANRI menerjunkan tenaga profesional yang bekerja berdampingan dengan jajaran BPN daerah. Kolaborasi juga melibatkan pemerintah daerah dan unsur kebencanaan untuk memastikan pemulihan berjalan terpadu dan sesuai standar kearsipan nasional.

Sementara itu, bagi para taruna STPN, keterlibatan dalam pemulihan arsip menjadi ruang pembelajaran langsung. Mereka tidak hanya mempelajari teori pengelolaan pertanahan di ruang kelas, tetapi juga memahami pentingnya arsip sebagai tulang punggung pelayanan publik saat krisis terjadi.

Di balik musibah, pemerintah melihat peluang pembaruan. Restorasi tidak hanya dimaknai sebagai penyelamatan fisik dokumen, tetapi juga menjadi titik awal percepatan digitalisasi arsip pertanahan.

Arinaldi menekankan bahwa tujuan akhir dari proses ini bukan sekadar mengeringkan dan menyimpan kembali dokumen, melainkan mentransformasikannya ke dalam bentuk digital. Dengan demikian, kantor pertanahan yang terdampak diharapkan dapat bangkit sebagai kantor modern yang mampu melayani masyarakat secara elektronik—lebih cepat, transparan, dan aman.

Digitalisasi dinilai menjadi langkah strategis untuk meminimalkan risiko kerusakan serupa di masa depan. Arsip elektronik memungkinkan data tetap terjaga meski terjadi bencana fisik.

Bencana boleh datang tanpa peringatan. Namun, kepastian hukum atas hak masyarakat tidak boleh ikut tenggelam.

Di tengah proses pembersihan lumpur yang belum sepenuhnya usai, upaya penyelamatan arsip pertanahan menjadi simbol komitmen negara menjaga hak rakyatnya. Arsip bukan sekadar dokumen administratif. Ia adalah penjamin hak, fondasi kepercayaan publik, sekaligus nyawa pelayanan pertanahan. (ADS/MW/YZ)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: BPN BontangKantor Pertanahan Bontang
Previous Post

Tiga Hari Hilang, Nelayan Kukar Ditemukan Meninggal di Perairan Tamapole

BACA JUGA

Stok BBM Nasional Aman, Menteri Bahlil Ungkap Rencana Tambah Cadangan 90 Hari Harga BBM Turun di Kaltim per 1 Mei 2025 Daftar Harga BBM Pertamina per 1 Juni 2024, Mulai dari Pertalite hingga Pertamax

Stok BBM Nasional Aman, Menteri Bahlil Ungkap Rencana Tambah Cadangan 90 Hari

4 Maret 2026 | 10:31
Remaja 18 Tahun Tewas Tertembak saat Polisi Bubarkan Aksi Water Jelly di Makassar

Remaja 18 Tahun Tewas Tertembak saat Polisi Bubarkan Aksi Water Jelly di Makassar

4 Maret 2026 | 05:23
Gaji ke-13 ASN Cair Juni 2026, Terpisah dari THR

Gaji ke-13 ASN Cair Juni 2026, Terpisah dari THR

3 Maret 2026 | 21:51
THR ASN dan Pensiunan 2026 Capai Rp55 Triliun, Ini Komponen yang Dibayarkan

THR ASN 2026 Naik 10 Persen, Ini Komponen yang Dibayarkan

3 Maret 2026 | 20:31
Sekjen ATR/BPN Kunjungi ANRI, Perkuat Tata Kelola Arsip Pertanahan di Era Digital

Sekjen ATR/BPN Kunjungi ANRI, Perkuat Tata Kelola Arsip Pertanahan di Era Digital

3 Maret 2026 | 16:28
Reses Syamsinar, Warga Pangkep Sampaikan Keluhan Infrastruktur hingga Validitas Data Kemiskinan

Reses Syamsinar, Warga Pangkep Sampaikan Keluhan Infrastruktur hingga Validitas Data Kemiskinan

2 Maret 2026 | 20:59

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

PPPK Penuh Waktu Pangkep Dijamin Terima THR 2026

PPPK Penuh Waktu Pangkep Dijamin Terima THR 2026

28 Februari 2026 | 21:59
Abisar, Bocah 11 Tahun di Bontang Korban Gigitan Buaya: Tanpa BPJS, Terabaikan Sistem Diterkam Buaya saat Bermain, Bocah 11 Tahun di Bontang Selamat Berkat Heroisme Warga

Diterkam Buaya saat Bermain, Bocah 11 Tahun di Bontang Selamat Berkat Heroisme Warga

28 Februari 2026 | 18:58
THR ASN Pangkep Rp35 Miliar Siap, Bupati MYL: Tunggu Juknis Pusat Dulu! Pangkep Susun Langkah Besar: Perbaikan Jalan, Pendidikan, dan Sampah jadi Prioritas

THR ASN Pangkep Rp35 Miliar Siap, Bupati MYL: Tunggu Juknis Pusat Dulu!

28 Februari 2026 | 19:07
Persiba Balikpapan vs PSIS Semarang: Imbang 0-0, Gol Dianulir VAR

Persiba Balikpapan vs PSIS Semarang: Imbang 0-0, Gol Dianulir VAR

2 Maret 2026 | 05:58
TPP ASN Kutim Anjlok dari Rp4,5 Juta ke Rp1,6 Juta, Ini Penyebabnya WFH ASN Kutim Berlaku Maret 2026, Ini Jadwal dan Ketentuannya Tak Bisa Sembarangan, Begini Aturan Poligami bagi PNS Kaltim Raih Tiga Penghargaan BKN Award 2023 Sekaligus

TPP ASN Kutim Anjlok dari Rp4,5 Juta ke Rp1,6 Juta, Ini Penyebabnya

28 Februari 2026 | 21:49

Terbaru

95 Ribu Arsip Pertanahan Rusak Diterjang Banjir, BPN dan ANRI Kejar Target Pulih Akhir 2026

95 Ribu Arsip Pertanahan Rusak Diterjang Banjir, BPN dan ANRI Kejar Target Pulih Akhir 2026

4 Maret 2026 | 16:09
Tiga Hari Hilang, Nelayan Kukar Ditemukan Meninggal di Perairan Tamapole

Tiga Hari Hilang, Nelayan Kukar Ditemukan Meninggal di Perairan Tamapole

4 Maret 2026 | 12:48
Kakak Ipar Diduga Cabuli Anak 14 Tahun di Loa Kulu Kaltim Kasus Kekerasan Seksual Anak di Loa Kulu Kukar, Remaja 17 Tahun Diamankan IDiduga Cabuli Anak di Samarinda, Pria 58 Tahun Dipergoki Bersembunyi di Lemari bu Bongkar Aksi Bejat Suami di Muara Wahau Kutim, Anak Tiri jadi Korban Gadis di Kutai Kartanegara Dirudapaksa Ayahnya, Diancam Tak Disekolahkan dan Diberi Uang Jajan Ayah di Samarinda Rudapaksa Anak Kandungnya sejak Usia 9 Tahun

Kakak Ipar Diduga Cabuli Anak 14 Tahun di Loa Kulu Kaltim

4 Maret 2026 | 12:44
Nyaris Lompat dari Jembatan, IRT di Kukar Diduga Coba Bunuh Diri

Nyaris Lompat dari Jembatan, IRT di Kukar Diduga Coba Bunuh Diri

4 Maret 2026 | 12:36

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved