Pranala.co, SAMARINDA — Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) menuntaskan penyaluran bantuan pendidikan berupa 63.718 paket seragam sekolah gratis. Capaian realisasi fisik program ini mencapai 100 persen dan menyasar seluruh siswa penerima di berbagai daerah.
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim, Rahmat Ramadhan, memastikan seluruh paket telah diterima sekolah, baik negeri maupun swasta.
“Paket seragam sudah kami salurkan ke seluruh sekolah penerima, tanpa terkecuali,” ujar Rahmat di Samarinda, Kamis.
Setiap paket berisi perlengkapan sekolah lengkap. Mulai dari kemeja, celana, sepatu, hingga tas sekolah. Khusus bagi siswi yang mengenakan jilbab, bantuan juga dilengkapi penutup kepala.
Program prioritas Pemprov Kaltim ini menjangkau 558 satuan pendidikan. Sasarannya meliputi jenjang SMA, SMK, serta Sekolah Luar Biasa (SLB), dari tingkat dasar hingga menengah atas.
Rahmat menegaskan, jumlah paket yang disiapkan telah disesuaikan dengan kebutuhan siswa baru. Meski tahun ini terjadi penambahan jumlah peserta didik, seluruhnya tetap terakomodasi.
“Kuota lebih dari 63 ribu paket ini cukup untuk memenuhi kebutuhan siswa baru,” jelasnya.
Penyaluran bantuan bukan tanpa tantangan. Kondisi geografis Kalimantan Timur yang luas dan sebagian wilayahnya sulit dijangkau sempat menjadi kendala. Namun tim di lapangan menerapkan strategi jemput bola agar distribusi tetap tepat waktu.
“Kendala akses transportasi ke wilayah terpencil berhasil kami atasi demi mengejar target penyaluran,” kata Rahmat.
Penyerahan fisik seragam dari sekolah kepada siswa baru dilakukan serentak pada 5–6 Januari 2026, bertepatan dengan dimulainya kembali kegiatan belajar mengajar.
Ke depan, Pemprov Kaltim menargetkan proses distribusi berjalan lebih cepat. Evaluasi dilakukan menyusul pelaksanaan tahun sebelumnya yang masih berada pada masa transisi penyesuaian sistem.
“Pada tahun ajaran baru 2026, kami ingin distribusi lebih efisien dan tepat waktu,” ujarnya.
Rahmat menambahkan, program ini tidak sekadar bantuan perlengkapan sekolah. Lebih dari itu, kebijakan ini diharapkan mampu meringankan beban biaya pendidikan orang tua serta menjamin kesetaraan fasilitas bagi seluruh pelajar di Kalimantan Timur.
“Tidak boleh ada anak yang tertinggal hanya karena keterbatasan ekonomi,” pungkasnya. (SON)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















