PRANALA.co – Sebanyak 40 pelajar yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) mengikuti Pemusatan Pendidikan dan Latihan (Pusdiklat) Calon Paskibraka Provinsi Kalimantan Timur.
Peserta berjumlah 86 orang, terdiri dari 40 pelajar SLTA perwakilan 10 kabupaten/kota, ditambah 46 peserta dari TNI dan Polri. Pusdiklat berlangsung selama 30 hari, mulai 19 Juli hingga 19 Agustus, di aula dan lingkungan BPSDM Kaltim serta Stadion Utama Palaran sebagai lokasi peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-79.
Dalam arahannya, Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni, menekankan bahwa proses seleksi untuk menjadi anggota Paskibraka tidaklah mudah, baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota.
“Karena harus bersaing ketat dan melalui sejumlah tahapan seleksi,” ujarnya saat memimpin upacara pembukaan Pusdiklat Calon Paskibraka Kaltim Tahun 2024 di Aula Kantor BPSDM Provinsi Kalimantan Timur Harapan Baru Samarinda Seberang, Sabtu, 20 Juli 2024.
Sekda menjelaskan bahwa Pusdiklat adalah proses pembentukan yang harus diikuti sebelum mengemban tugas mengibarkan Sangsaka Merah Putih pada peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-79 pada 17 Agustus 2024 di Kalimantan Timur.
Pusdiklat tidak hanya berfokus pada latihan baris-berbaris, tetapi juga pendidikan akhlak dan pengetahuan wawasan kebangsaan. “Sehingga setelah Pusdiklat, diharapkan terbentuk generasi penerus dan calon pemimpin bangsa yang Pancasilais dan berakhlak mulia,” tambahnya.
Sri Wahyuni juga mengingatkan para peserta untuk menjadi contoh bagi rekan-rekan di sekolah dan lingkungan tempat tinggal mereka. Selain itu, Pusdiklat akan membangun jejaring antar anggota Paskibraka yang tersebar di 10 kabupaten dan kota.
“Jadikan ajang ini memperluas silaturahmi dan jejaring yang baik antar kalian,” pesannya.
Sekda meminta anggota Paskibraka agar tidak menjadikan Pusdiklat sebagai beban, tetapi sebagai proses pembentukan yang penuh dengan suka duka dan dinamika. Dia juga berpesan kepada peserta, pelatih, pamong, dan panitia untuk serius berlatih dan bekerja, serta menjaga kesehatan agar selalu bugar dan siap saat bertugas.
“Apapun yang diarahkan instruktur atau pelatih, tidak lain proses pembentukan yang melewati suka duka dan dinamika yang tidak mudah,” ungkapnya.
Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kaltim, Sufian Agus, menjelaskan bahwa Pusdiklat dilaksanakan dengan metode tatap muka yang mencakup Pendidikan Wawasan Kebangsaan serta pelatihan fisik baris-berbaris dan formasi dalam pengibaran duplikat bendera pusaka.
Setelah bertugas mengibarkan bendera pada 17 Agustus 2024, anggota Paskibraka akan melakukan kunjungan ke Kantor BPIP dan Museum Nasional Jakarta, serta PT. Dirgantara Indonesia di Bandung, Jawa Barat.
Pembukaan Pusdiklat ditandai dengan pengalungan tanda peserta dan pemakaian jaket pelatihan kepada calon Paskibraka Provinsi Kaltim 2024, dilanjutkan ceramah umum Sekda Sri Wahyuni.
Acara ini dihadiri Kepala BPSDM Kaltim Nina Dewi, pejabat Korem 091/Aji Surya Natakesuma, Komandan Brimob Batalyon B Pelopor, Kepala Kesbangpol kabupaten/kota se-Kaltim, Koordinator Tim Pelatih dan Kepamongan Calon Paskibraka Kaltim, para instruktur/pelatih dan pendamping, serta anggota Purna Paskibraka Indonesia Provinsi Kaltim. (*)
*) Ikuti berita terbaru PRANALA.co di Google News ketuk link ini dan jangan lupa difollow


















