Pranala.co, SAMARINDA — Sebuah harapan baru lahir di tepian Sungai Mahakam. Pemerintah pusat meluncurkan program Sekolah Rakyat, sebuah terobosan pendidikan yang menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Program ini menjadi prioritas nasional. Tujuannya sederhana tapi mendasar: memastikan tak ada lagi anak Indonesia yang putus sekolah karena keterbatasan ekonomi.
Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, mengatakan bahwa sebanyak 165 titik Sekolah Rakyat akan dibangun di seluruh Indonesia.
“Pemerintah akan menanggung seluruh kebutuhan siswa, karena sekolah ini berasrama untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif dan fokus,” ujar Gus Ipul saat meninjau Sekolah Rakyat di BPMP Kaltim, Kota Samarinda, Selasa (7/10).
Tahun ini, pemerintah akan membangun 100 bangunan permanen Sekolah Rakyat. Proyek besar ini dilaksanakan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), dengan desain modern dan fasilitas lengkap.
Setiap sekolah akan menampung sekitar 1.000 siswa dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.
“Sekolah rakyat akan dilengkapi asrama, ruang kelas, laboratorium, perpustakaan, sarana olahraga, serta fasilitas ekstrakurikuler,” jelas Gus Ipul.
Samarinda jadi Kota Percontohan
Di Samarinda, program ini sudah mulai berjalan di tiga lokasi sementara. Kota Tepian dipilih sebagai kawasan prioritas, karena sudah memiliki sekolah rintisan dan dukungan masyarakat yang kuat.
Meski jumlah siswa SD masih terbatas, optimisme tumbuh. Banyak orang tua mulai memahami pentingnya pendidikan berbasis karakter dan potensi anak.
“Dengan teknologi yang diperkenalkan Pak Ari Ginanjar, kita bisa memetakan bakat siswa sejak dini. Data ini membantu guru membimbing anak sesuai minat dan kemampuannya,” tambah Gus Ipul.
Bagi banyak anak, Sekolah Rakyat menjadi titik balik hidup. Seperti Akhmad Faris, siswa kelas 1 SMP yang sempat dua tahun tidak bersekolah. Kini, ia kembali menulis cita-citanya di buku tulis barunya.
“Saya senang dan seru, banyak teman. Cita-cita saya mau jadi pilot,” katanya dengan mata berbinar.
Program Sekolah Rakyat tidak hanya membuka akses pendidikan formal, tapi juga membuka jalan bagi masa depan anak-anak Indonesia. Baik untuk melanjutkan ke jenjang lebih tinggi, maupun siap masuk dunia kerja dengan keterampilan yang relevan.
Gus Ipul menegaskan, keberhasilan program ini membutuhkan dukungan semua pihak. “Kami percaya Sekolah Rakyat akan jadi jembatan menuju masa depan anak-anak bangsa yang lebih cerah,” tutupnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















