Pranala.co, SANGATTA — Suasana di Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, berubah panik, Senin sore (6/10). Sebuah perahu kecil terbalik di Sungai Bengalon, Kutai Timur (Kutim). Sepasang suami istri, Marcel dan Helmiana Neri, dilaporkan hilang dan diduga tenggelam terseret arus.
Peristiwa itu bermula sekira pukul 15.00 Wita. Saat itu, Marcel dan istrinya berangkat ke ladang bersama seorang rekan, Iliq Tingai, untuk memanen sayuran dan buah sawit.
Sekira dua jam kemudian, mereka bertiga memutuskan pulang dengan perahu kayu kecil. Sungai tampak tenang dari jauh, tapi di bawah permukaannya arus sedang kuat.
Di tengah perjalanan, perahu mereka menabrak batang kayu besar yang hanyut. Benturan keras membuat air masuk ke dalam perahu. Dalam hitungan detik, perahu oleng, lalu terbalik.
“Arus sungai yang kuat membuat perahu terbalik dan keduanya terseret,” kata Permana Lestari, Pelaksana Tugas (Plt) Camat Bengalon, saat dikonfirmasi, Selasa (7/10).
Permana menjelaskan, kondisi sungai di wilayah itu memang berbahaya. Arus deras, pencahayaan minim, dan banyak batang kayu hanyut karena hujan beberapa hari terakhir.
Pemerintah kecamatan bersama Polsek Bengalon dan BPBD Kutai Timur langsung bergerak cepat melakukan pencarian. Namun, pencarian tidak mudah. Arus sungai deras dan peralatan terbatas membuat tim kesulitan menyisir area yang luas.
“Kami sudah berkoordinasi dengan BPBD dan warga sekitar untuk membantu pencarian. Tapi memang situasinya cukup sulit di lapangan,” jelas Permana.
Ia juga mengingatkan warga agar selalu berhati-hati saat melintas di sungai, terutama saat kondisi air tinggi atau membawa muatan berat. “Keselamatan harus jadi prioritas. Jangan memaksakan diri, apalagi di musim hujan seperti sekarang,” pesannya.
Sementara itu, saksi selamat Iliq Tingai menceritakan detik-detik mencekam perahu mereka terbalik. Ia sempat berusaha menolong Marcel dan istrinya yang panik di air, namun usahanya sia-sia.
“Saya sudah berusaha menarik mereka, tapi kaki saya keram dan tenaga habis. Akhirnya saya menepi untuk mencari pertolongan,” ungkapnya.
Warga sekitar yang mendengar teriakan minta tolong segera berdatangan. Salah satunya, Andarias Liong Yan, langsung membawa perahu untuk membantu pencarian. Namun hingga malam tiba, keduanya belum ditemukan.
Hingga berita ini diterbitkan, tim gabungan dari kepolisian, BPBD, dan warga masih melakukan penyisiran di sepanjang aliran Sungai Meratak dan pesisir sekitarnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















