Menu

Mode Gelap
Permukiman Padat Penduduk di Samarinda Kebakaran, 1 Jam Baru Padam Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang Diduga Teroris Sembunyi di Kaltim, Polda Ajak Warga jadi Mata-Mata Mobil Seruduk 2 Pemotor di Balikpapan, 1 Orang Tewas

Samarinda · 27 Apr 2022 20:42 WITA ·

1.700 Penumpang dari Samarinda Mudik ke Pare-Pare


 Suasana pemudik Kaltim menggunakan kapal laut. Perbesar

Suasana pemudik Kaltim menggunakan kapal laut.

pranala.co – KM Pantokrator, dengan rute Samarinda — Pare-Pare, Rabu (27/4) siang ini diberangkatkan menuju Pelabuhan Pare-Pare, Sulawesi Selatan. Kapal besi yang juga mengangkut mobil itu, sejak Selasa (26/4) malam sudah didatangi penumpang yang akan mudik Lebaran.

Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Samarinda Mukhlish Tohepaly kepada media ini menyampaikan, KM Pantokrator dijadwalkan berangkat pukul 13.00 Wita. Sesuai jadwal, waktu tempuh dari Samarinda menuju Pare-pare diperkirakan memakan waktu 16 jam.

“Sampai sekarang belum ada laporan, berapa jumlah penumpang yang akan naik kapal ini,” sebut Mukhlish.

Mukhlish berharap, penumpang yang naik kapal ini tidak melebihi kapasitas. Dikatakan, kapasitas KM Pantokrator ini adalah 1.700 orang. Sehingga ia berharap, penumpang tidak lebih dari jumlah tersebut.

“Semoga mudik ini bisa berlangsung dengan baik, semoga semua bisa merayakan Idulfitri bersama keluarga,” imbuhnya.

Sementara itu, meski penumpang baru akan berangkat Rabu (27/4) siang, namun sejak Selasa kemarin, para calon penumpang sudah berdatangan di Pelabuhan Samarinda. Terutama, para pekerja yang datang dari berbagai daerah, sengaja melintasi pelabuhan ini agar bisa mudik ke Sulawesi Selatan.

Seperti diakui Defi, wanita 19 tahun ini sebelumnya bekerja di kebun kelapa sawit di Resak, Kutai Barat. “Kami dari Resak berangkat 3 mobil,” katanya.

Ia pun bermalam di pelabuhan beralas lantai seadanya agar bisa mudik. Ia berencana pulang ke kampung halaman di Bulukumba setelah sebelumnya tidak pernah mudik ke kampung halaman karena pandemi Covid 19.

“Ya seneng, bisa mudik. Sudah kangen keluarga,” tuturnya. Defi pun terpaksa pulang hanya dengan anaknya, karena suaminya tetap bertahan di Resa untuk bekerja di kebun kelapa sawit. (end/id)

Artikel ini telah dibaca 0 kali

badge-check

Editor

Baca Lainnya

Permukiman Padat Penduduk di Samarinda Kebakaran, 1 Jam Baru Padam

26 Mei 2022 - 15:19 WITA

IMG 20220526 191708

Penerbitan PKL Samarinda Ricuh, Sani: Tolong, Wali Kota Pakai “Otak”, Jangan “Otot” Mulu

26 Mei 2022 - 10:17 WITA

IMG 20220526 105838

Selamat! Pelajar Bontang dan Samarinda Lolos Paskibraka Nasional 2022

26 Mei 2022 - 08:47 WITA

IMG 20220526 090451

Penerbitan PKL di Samarinda Ricuh, Pedagang Serang Satpol Pakai Balok dan Parang

26 Mei 2022 - 01:16 WITA

IMG 20220526 005848

Bengkel hingga Warung Kelontong Samarinda Terbakar saat Pagi Buta

25 Mei 2022 - 10:16 WITA

IMG 20220525 121525

Rekomendasi Rental Mobil di Samarinda yang Tarifnya Tidak Bikin Kantong Bolong

25 Mei 2022 - 07:42 WITA

IMG 20220525 080346
Trending di Samarinda