Pranala.co, BONTANG – Sekira 1.500 relawan tumpah ruah di jalan-jalan Kota Bontang, Selasa (23/9). Mereka turun bersama dalam aksi bersih-bersih lingkungan memperingati World Cleanup Day (WCD).
Aksi ini melibatkan aparatur pemerintah daerah hingga masyarakat umum. Semua bergerak serentak dengan semangat yang sama: menjaga kebersihan kota.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Bontang, Heru Triatmojo, menjelaskan WCD seharusnya berlangsung serentak pada 20 September. Namun, di Bontang baru bisa digelar hari ini.
Meski begitu, menurut Heru, semangat bersih-bersih bukan hal baru bagi warga Bontang. Setiap pekan ada program Jumat Bersih yang rutin dilakukan.
“Setiap Jumat ada dua titik yang dibersihkan. Masing-masing melibatkan lima OPD, jadi total ada 10 OPD bersama masyarakat. Alhamdulillah, ini terus berjalan untuk mengingatkan semua pihak agar peduli lingkungan,” jelas Heru.
Wali Kota Bontang, Neni Moernaeni, menekankan pentingnya kesadaran menjaga lingkungan. Menurutnya, kebersihan harus dimulai dari diri sendiri dan keluarga.
“Bontang ini kecil, luasnya hanya 15 ribu hektare dengan penduduk 191 ribu jiwa. Mari kita berkomitmen, harus bisa lebih bersih dari Jepang. Itu bukan hal mustahil, asal dimulai dari rumah tangga kita,” tegas Neni.
Ia juga mengingatkan agar kegiatan WCD tidak meninggalkan sampah berserakan.
“Saya ingin, termasuk hari ini, tidak ada satu pun sampah yang tertinggal,” pesannya.
Motivator lingkungan, Reni Moerni, melihat peluang besar bagi Bontang untuk menjadi salah satu kota terbersih di dunia.
“Harapan itu ada. Pemerintahnya peduli, luas wilayahnya mendukung, dan warganya memberi dukungan besar,” ujarnya. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















