Pranala.co, SAMARINDA – Program pemberdayaan ekonomi Z-Auto yang digagas Badan Amil Zakat Nasional Kalimantan Timur (Baznas Kaltim) terus menunjukkan hasil. Melalui skema zakat produktif, Baznas Kaltim tidak sekadar menyalurkan bantuan konsumtif, tetapi mengarahkan dana umat menjadi modal transformasi usaha kecil di sektor jasa otomotif.
Hingga awal 2026, sebanyak 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) bengkel motor telah menerima intervensi program ini. Mereka dibagi dalam dua tahap.
Tahap pertama dimulai pada 2024 dengan menyasar 10 penerima manfaat. Tahap kedua berlanjut pada 2025 dengan tambahan 20 pelaku usaha.
Program ini difokuskan bagi masyarakat yang masuk dalam kategori delapan asnaf, memiliki keterampilan dasar otomotif, serta menunjukkan komitmen untuk mengembangkan usaha.
Person in Charge (PIC) Program Z-Auto Baznas Kaltim, Bagas Raga, menjelaskan bahwa pola pendampingan dilakukan secara menyeluruh dan berkelanjutan.
Baznas tidak hanya memberikan bantuan modal berupa peralatan dan dukungan usaha, tetapi juga melakukan pemantauan rutin ke lapangan. Setiap bulan diadakan evaluasi untuk membahas perkembangan usaha sekaligus kendala yang dihadapi penerima manfaat.
“Evaluasi dilakukan secara berkala melalui pertemuan bulanan guna memastikan usaha yang dijalankan tetap berjalan di jalur yang benar,” ujar Bagas.
Keberhasilan program diukur dari dua aspek, yakni teknis dan nonteknis. Dari sisi teknis, terjadi peningkatan omzet rata-rata 50 hingga 60 persen. Kenaikan ini didorong oleh perbaikan fasilitas bengkel dan ketersediaan suku cadang yang lebih lengkap.
“Hasilnya cukup menggembirakan. Sekitar 30 persen penerima manfaat kini sudah naik kelas menjadi muzaki atau pemberi zakat, sementara 70 persen lainnya aktif menjadi munfik yang rutin berinfak setiap bulan,” kata Bagas.
Selain peningkatan ekonomi, Baznas Kaltim juga menekankan pembinaan karakter. Pendampingan nonteknis mencakup penguatan kedisiplinan ibadah dan etika usaha.
Menurut Bagas, para penerima manfaat diajak untuk lebih konsisten menjalankan salat dan tilawah. Bahkan, bengkel dianjurkan berhenti sejenak saat waktu salat tiba.
Pendekatan ini dinilai sebagai pembeda Z-Auto dibandingkan program bantuan usaha lainnya, karena tidak hanya menyasar aspek ekonomi, tetapi juga spiritual.
Kisah Sukses dari Loa Bakung
Salah satu penerima manfaat, Sugiannor, pemilik bengkel di kawasan Loa Bakung, merasakan langsung dampak program tersebut. Ia merupakan peserta angkatan pertama pada 2024.
Sebelum bergabung dalam Z-Auto, pendapatan hariannya berada di bawah Rp500 ribu dengan keterbatasan alat dan stok suku cadang. Setelah menerima bantuan berupa kompresor, mesin impact, tabung infus, serta tambahan persediaan suku cadang, pendapatannya meningkat hingga sekitar Rp1 juta per hari.
“Bantuan ini sangat membantu. Sekarang perlengkapan bengkel dan suku cadang sudah lengkap. Dulu saya bekerja sendiri, kini sudah ada anggota yang membantu karena pekerjaan semakin banyak,” ujarnya.
Dengan peralatan yang memadai, Sugiannor mampu melayani 10 hingga 15 sepeda motor saat kondisi ramai.
Ia juga mengikuti pelatihan sertifikasi selama satu minggu di Balai Latihan Kerja (BLK) BPPPI. Pelatihan tersebut membekalinya keterampilan menangani sepeda motor sistem injeksi yang kini mendominasi pasar.
“Pelatihan ini menambah keahlian kami, terutama untuk motor injeksi,” katanya.
Meski masih menghadapi kebutuhan alat pemindai (scanner) untuk jenis motor tertentu, Sugiannor mengaku lebih percaya diri menjalankan usaha berkat pendampingan dan sertifikasi yang diperoleh.
Baznas Kaltim menargetkan program Z-Auto memasuki fase kemandirian atau exit program pada tahun ini. Pada tahap tersebut, penerima manfaat dinilai telah mampu berdiri secara ekonomi dan spiritual tanpa pendampingan intensif.
Ke depan, Baznas berharap model zakat produktif ini dapat diperluas ke sektor lain. Tujuannya untuk memutus rantai kemiskinan serta menciptakan masyarakat yang mandiri dan berdaya saing di Kalimantan Timur.
Program Z-Auto menjadi salah satu contoh bahwa dana zakat, bila dikelola secara profesional dan berkelanjutan, dapat menjadi instrumen pemberdayaan ekonomi yang berdampak nyata bagi masyarakat. (TIA)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















