Bontang, PRANALA.CO – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bontang melaksanakan patroli. Sebuah langkah awal yang sengaja diujicobakan untuk menegakkan program Wajib Belajar (WAJAR). Sebuah kebijakan yang menyasar anak-anak usia sekolah yang berada di luar rumah pada jam yang seharusnya menjadi waktu untuk belajar.
Patroli yang dimulai pada pukul 19.00 dan berakhir pada 21.00 Wita ini tak hanya sekadar razia biasa. Kegiatan ini dipimpin langsung Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, yang mengarahkan tim Satpol PP untuk menyasar sejumlah lokasi strategis.
Tempat-tempat yang dikenal sering menjadi tempat berkumpul anak-anak sekolah pada malam hari seperti Pantai Galau, Pelabuhan, Pasar, dan Bontang City Mall (BCM) menjadi sasaran utama.
Tak sekadar berpatroli, kegiatan ini juga menjadi media sosialisasi penting bagi masyarakat, terutama orangtua. Agus Haris menjelaskan dengan penuh harap kepada wartawan bahwa program WAJAR ini bertujuan untuk mengubah kebiasaan, mengajak orang tua untuk lebih peduli terhadap waktu belajar anak.
“Kami meminta kepada orang tua untuk dapat membiasakan anak-anaknya untuk belajar di rumah selama dua jam. Ini adalah langkah penting untuk mendukung masa depan anak-anak kita,” ujar Agus dengan tegas.
Program WAJAR, yang merujuk pada Peraturan Wali Kota Bontang Nomor 8 Tahun 2008, sebenarnya bukanlah hal baru, tetapi kali ini langkah-langkah yang lebih nyata mulai dilakukan.
Sebelumnya, program ini lebih banyak disosialisasikan melalui peraturan tertulis, namun kali ini Pemerintah Kota Bontang mengajak orang tua untuk langsung terlibat aktif. Dengan adanya patroli ini, diharapkan ada perubahan budaya, di mana belajar di rumah pada malam hari menjadi kebiasaan yang melekat pada anak-anak.
Ini bukan hanya tentang melaksanakan aturan, tetapi tentang membentuk karakter dan kebiasaan yang mendukung pendidikan yang lebih baik. Melalui interaksi langsung dengan orang tua di tempat-tempat umum, Pemerintah Bontang berharap tercipta sinergi antara kebijakan publik dan tanggung jawab keluarga.
“Dalam menghadapi era globalisasi, anak-anak yang duduk di bangku sekolah saat ini harus siap menghadapi perubahan besar yang akan datang,” lanjut Agus Haris. Oleh karena itu, melalui program ini, anak-anak Bontang diharapkan dapat tumbuh menjadi individu yang siap menghadapi masa depan yang penuh tantangan.
Langkah ini tentu baru saja dimulai. Namun, dengan kesadaran dan partisipasi aktif dari seluruh lapisan masyarakat, terwujudnya generasi penerus bangsa yang berkualitas bukanlah sesuatu yang mustahil. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami
















Comments 1