Pranala.co, PANGKEP – Sebuah video rekaman kamera pengawas (CCTV) yang memperlihatkan perkelahian antar pemuda di Pulau Balang Lompo, Kelurahan Mattiro Sompe, Kecamatan Liukang Tupabbiring, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Peristiwa tersebut diketahui terjadi Selasa malam, 3 Maret 2026, sekira pukul 23.16 Wita. Rekaman yang beredar menunjukkan sekelompok pemuda terlibat keributan di salah satu sudut permukiman warga di pulau tersebut.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal pihak kepolisian, insiden itu dipicu oleh kesalahpahaman yang bermula dari teguran terkait aktivitas membangunkan sahur selama Ramadan.
Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polres Pangkep, AKP Muhammad Saleh, menjelaskan bahwa peristiwa bermula ketika seorang pemuda berinisial H dari Kampung Ujung melintas di lokasi kejadian. Saat itu, ia ditegur sejumlah pemuda dari Kampung Paccelang.
Teguran tersebut berkaitan dengan kegiatan membangunkan warga untuk sahur yang dinilai terlalu gaduh sehingga mengganggu sebagian warga yang sedang beristirahat.
“Pemuda dari Kampung Paccelang menegur agar saat membangunkan sahur tidak terlalu ribut karena dianggap mengganggu warga sekitar,” ujar Saleh, Kamis (5/3/2026).
Namun, teguran tersebut tidak diterima H. Ketegangan pun meningkat hingga akhirnya memicu perkelahian antara dua kelompok pemuda yang berasal dari Kampung Ujung dan Kampung Paccelang.
Insiden itu segera mendapat perhatian setelah video rekaman kejadian tersebar luas di berbagai platform media sosial.
Menindaklanjuti laporan masyarakat, aparat kepolisian dari Polres Pangkep langsung melakukan penyelidikan dan mengamankan sejumlah pemuda yang diduga terlibat dalam peristiwa tersebut.
“Korban sudah melapor dan sudah dilakukan visum,” jelas Saleh.
Sejauh ini, polisi telah mengamankan sekira 13 orang untuk dimintai keterangan guna mengetahui peran masing-masing dalam perkelahian tersebut.
“Tadi yang diamankan di kantor sekira 13 orang. Namun kami masih mendalami siapa saja yang terlibat langsung dan peran masing-masing,” katanya.
Meski demikian, polisi memastikan bahwa korban dalam kejadian tersebut tidak mengalami luka serius. “Korban hanya mengalami luka ringan dan sudah kami mintai keterangan,” tambah Saleh.
Saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi lengkap kejadian serta menentukan langkah hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat.
Polres Pangkep juga mengimbau masyarakat, khususnya para pemuda, agar menahan diri dan menyelesaikan persoalan melalui dialog guna menjaga ketertiban dan keharmonisan di lingkungan masyarakat, terutama selama bulan Ramadan. (IR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















