Tenggarong, PRANALA.CO – Harapan ribuan tenaga harian lepas (THL) di Kutai Kartanegara (Kukar), Kaltim akhirnya mulai menemukan titik terang. Di tengah kebijakan nasional yang menghapus sistem tenaga honorer, Pemkab Kukar justru melangkah lebih dulu dengan pendekatan yang terukur: memberi jalan bagi THL untuk beralih status menjadi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK).
Langkah ini bukan sekadar menyesuaikan kebijakan pusat. Ini adalah bentuk komitmen nyata untuk memberikan kepastian nasib bagi mereka yang selama ini menjadi tulang punggung pelayanan publik.
“Yang kami cari bukan sekadar formalitas status, tapi kontribusi nyata dalam pelayanan publik,” ujar Sekretaris Daerah Kukar, Sunggono,
Menurutnya, proses transisi ini dilakukan secara bertahap, disesuaikan dengan kekuatan anggaran daerah dan kebutuhan riil di lapangan. Hingga kini, sebanyak 8.700 formasi PPPK telah diajukan ke pemerintah pusat. Dari jumlah itu, 3.870 orang sudah dinyatakan lulus seleksi pada 2024 lalu. Disusul 2.200 calon PPPK lainnya yang kini menanti penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP) dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
Tak berhenti di situ, Pemkab Kukar kembali membuka sekira 1.000 formasi tambahan dalam rekrutmen tahap kedua tahun ini. Saat ini, 3.045 PPPK telah resmi bekerja, tersebar di berbagai sektor seperti pendidikan, kesehatan, hingga administrasi pemerintahan.
Namun, status PPPK bukan hadiah instan. Setiap calon pegawai harus menandatangani kontrak kerja yang berlaku antara satu hingga lima tahun. Kinerja mereka pun akan diawasi ketat melalui sistem evaluasi berbasis e-KIN, platform digital yang digunakan untuk memantau kinerja ASN secara berkala dan objektif.
“Kami tidak hanya mencari jumlah, tapi kualitas. Evaluasi ini wajib dan akan jadi dasar dalam perpanjangan kontrak,” tegas Sunggono.
Bupati Kukar Edi Damansyah juga disebut aktif mengawal proses ini, memastikan bahwa perubahan besar ini bukan hanya formalitas, tapi bagian dari strategi jangka panjang reformasi birokrasi.
Meski seluruh kuota PPPK belum sepenuhnya terpenuhi, pendekatan bertahap ini dinilai lebih realistis dan berkelanjutan. Bagi banyak THL, yang selama ini bekerja dalam ketidakpastian, program ini menjadi harapan baru setelah bertahun-tahun menanti kejelasan nasib. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















Comments 1