BONTANG, Pranala.co — Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, suasana Kota Bontang, Kalimantan Timur (Kaltim) mulai dipenuhi semangat perayaan. Di balik euforia malam takbiran yang kian dekat, aparat kepolisian bersiap memastikan seluruh rangkaian kegiatan berlangsung aman, tertib, dan lancar.
Sebanyak 185 personel disiagakan Polres Bontang untuk mengawal jalannya malam takbiran. Ratusan petugas tersebut akan ditempatkan di sejumlah titik strategis, terutama di persimpangan jalan yang berpotensi dipadati masyarakat.
Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Bontang, Purwo Asmadi, mengatakan pengamanan ini merupakan bagian dari Operasi Ketupat 2026 yang digelar secara nasional setiap momentum Lebaran.
“Dalam pengamanan malam takbiran nanti akan kita libatkan 185 personel. Mereka kami tempatkan di titik-titik rawan, terutama simpangan yang berpotensi padat,” ujarnya, Senin (16/3/2026).
Salah satu potensi keramaian pada malam takbiran adalah kegiatan konvoi kendaraan atau takbir keliling. Aktivitas ini, jika tidak diatur dengan baik, berisiko menimbulkan kepadatan hingga pelanggaran lalu lintas.
Karena itu, kepolisian mengingatkan masyarakat agar tetap mematuhi aturan demi keselamatan bersama. Purwo menegaskan, penggunaan helm bagi pengendara sepeda motor menjadi kewajiban, termasuk saat mengikuti konvoi.
“Kalau memang ada konvoi, wajib menggunakan helm. Keselamatan tetap menjadi prioritas,” tegasnya.
Kepolisian membedakan antara takbir keliling resmi yang difasilitasi pemerintah daerah dengan kegiatan spontan masyarakat.
Untuk kegiatan resmi, biasanya telah disusun rute dan pengamanan yang terkoordinasi sehingga lebih mudah diawasi. Namun, jika ditemukan konvoi di luar kegiatan resmi yang melanggar aturan, polisi akan mengambil tindakan tegas.
“Kalau tidak diakomodasi pemerintah dan ditemukan pelanggaran, tentu akan kami lakukan penilangan,” kata Purwo.
Berkaca pada pelaksanaan tahun sebelumnya, rute takbir keliling biasanya dimulai dari Rumah Jabatan Wali Kota di Jalan Awang Long, kemudian melintasi Jalan Ahmad Yani, Jalan Jenderal Sudirman, kawasan City Mall, Jalan WR Supratman, Jalan Angkasa Kampung Baru, Jalan Selat Bone, kembali ke Jalan Ahmad Yani, Jalan Imam Bonjol, hingga menuju Jalan Cipto Mangunkusumo ke arah Loktuan.
Sejumlah persimpangan di sepanjang jalur tersebut diprediksi menjadi titik keramaian dan akan menjadi fokus pengamanan petugas.
Meski persiapan pengamanan telah dilakukan, hingga kini pihak kepolisian mengaku belum menerima pengajuan resmi dari pemerintah daerah terkait pelaksanaan takbir keliling tahun ini.
Biasanya, sebelum kegiatan digelar, pemerintah daerah akan menggelar rapat koordinasi bersama kepolisian, TNI, dan Dinas Perhubungan untuk membahas rute, pola pengamanan, hingga kemungkinan rekayasa lalu lintas.
Terkait rekayasa lalu lintas, kepolisian menilai penerapannya bersifat situasional. Berdasarkan pengalaman tahun sebelumnya, kepadatan hanya terjadi sesaat saat rombongan takbir keliling melintas.
“Biasanya macet hanya sebentar saat rombongan lewat. Setelah itu arus kembali normal,” ujar Purwo.
Di akhir pernyataannya, ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga ketertiban selama merayakan malam takbiran.
“Silakan merayakan dengan suka cita, tetapi tetap patuhi aturan lalu lintas agar semuanya berjalan aman dan nyaman,” pungkasnya. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















