Pranala.co, SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mulai menempuh cara yang tidak biasa. Urusan kinerja aparatur sipil negara (ASN) kini tidak lagi hanya diukur dari pangkat dan masa kerja.
Pendekatannya lebih personal. Lebih manusiawi. Yakni melalui pemetaan karakter berbasis genetika darah.
Asisten I Pemkab Kutim, Trisno, menyebut pendekatan ini sebagai terobosan dalam pembinaan sumber daya manusia di lingkungan birokrasi.
“Selama ini pembinaan ASN cenderung disamaratakan. Padahal karakter setiap orang berbeda,” ujar Trisno di Sangatta, Rabu (7/1).
Menurutnya, pendekatan genetika darah memberi perspektif baru. Bukan untuk menghakimi. Melainkan untuk memahami.
Setiap individu, kata Trisno, memiliki cara berpikir, mengelola emosi, dan berkomunikasi yang tidak sama. Perbedaan itu sering luput dari perhatian pimpinan.
Akibatnya, banyak persoalan birokrasi muncul bukan karena ketidakmampuan, tetapi karena salah paham.
“Tekanan kerja tinggi sering diperparah oleh cara komunikasi yang tidak sesuai dengan karakter pegawai,” katanya.
Melalui pemahaman kecenderungan sifat berdasarkan golongan darah, pimpinan diharapkan bisa lebih bijak dalam mengambil keputusan. Lebih terukur. Tidak reaktif.
“Pimpinan jadi tahu bagaimana menyampaikan pesan. Kapan waktunya. Dan dengan cara apa,” ujar Trisno.
Ia menegaskan, komunikasi yang efektif bukan hanya soal isi pesan. Tapi juga metode penyampaian dan kesiapan penerima.
Pendekatan ini juga diterapkan dalam prinsip the right man on the right place. Penempatan ASN tidak lagi semata berdasarkan jenjang kepangkatan atau lama mengabdi.
Kesesuaian karakter dengan beban dan jenis tugas menjadi salah satu pertimbangan penting.
“Dengan memahami karakter dasar ASN, penempatan bisa lebih tepat. Dampaknya langsung ke kinerja,” jelasnya.
Trisno menilai, inovasi ini akan mendorong tata kelola birokrasi yang lebih adaptif dan presisi. ASN tidak dipaksa seragam. Tapi diarahkan sesuai potensinya.
“Tujuannya sederhana. ASN bekerja lebih nyaman. Pimpinan lebih memahami. Pelayanan publik pun ikut meningkat,” pungkasnya. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















