Pranala.co, BONTANG — Mengurus urusan ketenagakerjaan di Kota Bontang sebentar lagi tak lagi merepotkan. Datang ke kantor Disnaker bukan lagi keharusan.
Pemerintah Kota Bontang tengah menyiapkan layanan ketenagakerjaan berbasis digital. Namanya Teman Naker. Aplikasi ini ditargetkan meluncur pada akhir Januari 2026.
Kepala Dinas Ketenagakerjaan Bontang, Asdar Ibrahim, memastikan seluruh data tenaga kerja pada dasarnya sudah rampung. Kini tinggal satu tahap penting.
“Data sudah siap. Tinggal integrasi ke dalam aplikasi,” ujar Asdar, Rabu (7/1/2026).
Peluncuran Teman Naker menandai peralihan besar layanan Disnaker. Dari sistem manual menuju layanan digital. Dari meja kantor menuju layar ponsel.
Melalui aplikasi dan laman resmi, masyarakat bisa mengakses berbagai layanan ketenagakerjaan kapan saja. Dari mana saja. Baik melalui Android maupun iOS.
“Warga tidak perlu lagi datang ke kantor hanya untuk urus data atau cari informasi lowongan kerja,” kata Asdar.
Seluruh pencari kerja akan terdata dalam satu platform terintegrasi. Tujuannya sederhana. Pelayanan lebih cepat. Lebih efisien. Lebih mudah dijangkau.
Namun Disnaker tidak menutup mata. Tidak semua warga langsung siap dengan sistem digital.
Karena itu, selama masa transisi, layanan tatap muka tetap disiapkan. Petugas akan membantu warga yang belum terbiasa menggunakan aplikasi.
“Nanti tinggal scan barcode di kantor. Petugas akan membantu prosesnya,” jelas Asdar.
Saat ini, peluncuran Teman Naker masih menunggu kesiapan server dari Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Bontang. Sebelumnya, sistem belum sepenuhnya terintegrasi saat dilakukan pengecekan oleh Wakil Wali Kota.
“Ada kendala teknis kecil. Sekarang sedang diperbaiki. Targetnya akhir Januari sudah bisa diluncurkan,” ujarnya.
Untuk menggunakan aplikasi Teman Naker, pengguna wajib membuat akun dengan Nomor Induk Kependudukan (NIK). Sistem ini akan merekam data pencari kerja secara otomatis dan akurat.
Mulai dari identitas diri, domisili kecamatan dan kelurahan, hingga latar belakang pendidikan dan kualifikasi kerja. Semua tercatat by system dan by name.
“Begitu login, data langsung muncul. Ini memudahkan pendataan dan pencocokan dengan kebutuhan dunia kerja,” kata Asdar.
Melalui digitalisasi ini, Disnaker Bontang berharap layanan ketenagakerjaan menjadi lebih modern dan transparan. Sekaligus lebih inklusif.
“Pelayanan publik sekarang memang bergerak ke digital. Kami harus ikut berbenah,” pungkasnya. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















