BONTANG, Pranala.co — Kasus tabrak lari yang merenggut nyawa seorang balita perempuan berusia empat tahun di Jalan Brigjen Katamso, Bontang Utara, masih menyisakan tanda tanya besar. Sepekan setelah peristiwa tragis itu terjadi, pelaku belum juga terungkap.
Peristiwa nahas tersebut terjadi Selasa (17/3/2026) sekira pukul 12.30 WITA. Korban ditemukan dalam kondisi luka parah di jalan dan diduga terlindas kendaraan roda empat. Hingga kini, identitas kendaraan maupun pengemudi masih belum diketahui.
Kapolres Bontang, Widho Anriano, menyatakan bahwa proses penyelidikan masih terus berlangsung. Namun, minimnya alat bukti menjadi kendala utama dalam pengungkapan kasus ini.
“Petunjuk masih sangat terbatas. Hingga saat ini kami belum menemukan pelaku,” ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa (24/3/2026).
Salah satu hambatan terbesar dalam penyelidikan adalah tidak adanya kamera pengawas di sekitar lokasi kejadian. Kondisi ini membuat polisi kesulitan menelusuri jejak kendaraan yang diduga terlibat.
Meski demikian, aparat kepolisian terus berupaya mengumpulkan bukti tambahan serta memperdalam keterangan saksi.
Sejauh ini, lima orang saksi telah diperiksa. Namun, hasil pemeriksaan sementara belum mengarah pada identifikasi pelaku.
“Kami masih mendalami keterangan saksi untuk merangkai kronologi kejadian,” tambahnya.
Dari informasi yang dihimpun, korban pertama kali ditemukan oleh orang tuanya sendiri dalam kondisi tidak bernyawa. Luka berat terlihat di bagian kepala.
Saat kejadian, tidak ada saksi yang mengetahui secara pasti jenis kendaraan yang menabrak korban. Situasi ini semakin menyulitkan proses penyelidikan.
Yang menjadi sorotan, pengemudi kendaraan tersebut diduga melarikan diri tanpa memberikan pertolongan kepada korban.
Kapolres menegaskan bahwa tindakan meninggalkan korban kecelakaan tanpa pertolongan merupakan pelanggaran serius yang dapat dikenakan sanksi pidana berat.
Ia mengimbau pelaku agar segera menyerahkan diri sebelum dilakukan penindakan oleh aparat.
Selain itu, masyarakat juga diminta berperan aktif membantu proses pengungkapan kasus dengan memberikan informasi sekecil apa pun yang berkaitan dengan kejadian tersebut.
“Kami berharap masyarakat yang mengetahui informasi dapat segera melapor agar kasus ini bisa segera terungkap,” pungkasnya. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















