KELUHAN warga terkait lonjakan tagihan air PDAM di Kota Bontang kian mengemuka. Sejumlah pelanggan mengaku pembayaran yang biasanya stabil, kini meningkat dan dirasa memberatkan.
Menanggapi hal tersebut, Pemerintah Kota Bontang melalui Wakil Wali Kota Agus Haris memberikan penjelasan sekaligus memastikan akan dilakukan pengecekan langsung.
Agus Haris mengakui adanya penyesuaian tarif air bersih yang saat ini berlaku. Namun, menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari fakta bahwa selama sekira tujuh tahun terakhir tarif air di Bontang tidak pernah mengalami kenaikan.
Di sisi lain, biaya operasional dan kebutuhan perbaikan infrastruktur terus meningkat. “Penyesuaian ini memang bisa mengejutkan masyarakat, tetapi sudah cukup lama tarif tidak berubah,” ujarnya, Sabtu (11/4/2026).
Meski terjadi penyesuaian, pemerintah menilai tarif air di Bontang masih tergolong rendah jika dibandingkan daerah lain di Kalimantan Timur.
Bahkan, Agus menyebut harga air per kubik masih relatif murah jika dibandingkan dengan harga air kemasan. Namun, dia memahami bahwa kenaikan tagihan tetap menjadi beban bagi sebagian masyarakat.
Wawali Bontang menilai lonjakan tagihan tidak semata-mata disebabkan oleh penyesuaian tarif.
Ada sejumlah faktor lain yang diduga turut memengaruhi besaran pembayaran, di antaranya penggunaan satu meteran air oleh beberapa kepala keluarga sekaligus.
Kondisi ini sering terjadi di rumah sewa atau kos-kosan, di mana konsumsi air dalam satu sambungan menjadi jauh lebih tinggi. Selain itu, faktor teknis seperti kebocoran instalasi pipa di rumah pelanggan juga berpotensi meningkatkan tagihan tanpa disadari.
Kelalaian sederhana, seperti tidak mematikan keran air dengan baik, turut menjadi penyebab pemborosan.
Guna memastikan penyebab sebenarnya, Pemerintah Kota Bontang berencana melakukan inspeksi langsung ke lapangan. Langkah ini diambil agar penanganan bisa dilakukan secara objektif dan berbasis data, bukan sekadar asumsi.
“Dalam waktu dekat kami akan turun langsung untuk mengecek kondisi di lapangan,” kata Agus.
Wawali Bontang menegaskan bahwa langkah ini tidak hanya untuk memberikan klarifikasi, tetapi juga mencari solusi agar masyarakat tidak terbebani secara berlebihan. [re]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















