Bontang, PRANALA.CO – Ada suasana baru yang sebentar lagi akan terasa di sekolah-sekolah Bontang. Pagi-pagi, sebelum suara bel tanda pelajaran berbunyi, murid-murid akan lebih dulu melantunkan ayat-ayat suci Alquran dan menunaikan Salat Dhuha.
Hal ini tertuang dalam beleid Surat Edaran Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, tertanggal 16 April 2025. Surat bernomor 100.3.4/371/DISDIKBUD/2025 itu menginstruksikan seluruh satuan pendidikan mulai dari PAUD, SD/MI, hingga SMP/MTs di Kota Bontang untuk menggelar kegiatan tadarus dan Salat dhuha secara rutin sebelum kegiatan belajar mengajar dimulai.
Bukan sekadar kegiatan seremonial, program ini menjadi bagian dari program 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota Bontang periode 2025–2030. Tujuannya besar: membangun karakter religius dan spiritual peserta didik sejak dini.
“Setiap sekolah melaksanakan kegiatan ini. Bagi siswa non-Muslim, tetap difasilitasi menjalankan kegiatan sesuai keyakinannya masing-masing,” begitu salah satu bunyi surat edaran tersebut.
Kegiatan ini akan dipandu oleh guru pendidikan agama Islam atau guru lain yang ditunjuk kepala sekolah. Agar tidak mengganggu jam pelajaran utama, kepala sekolah diminta mengatur jadwal dengan cermat.
Tidak berhenti di situ, Dinas Pendidikan Kota Bontang pun diminta aktif mendampingi, memantau, dan mengevaluasi pelaksanaan program di seluruh sekolah. Evaluasi ini akan dilakukan secara berkala demi memastikan bahwa semangat membangun generasi berakhlak mulia dan cinta Al-Qur’an benar-benar terwujud.
Surat Edaran itu menutup dengan ajakan kepada semua pihak: agar pelaksanaan program ini dijalankan dengan sungguh-sungguh dan penuh rasa tanggung jawab.
Seperti embun pagi yang menyejukkan, barangkali suasana sekolah di Bontang pun akan menjadi lebih sejuk—dengan lantunan ayat-ayat suci yang mengiringi langkah anak-anak menuju hari-hari belajarnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















