BONTANG – Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Bontang menjalin silaturahmi dengan BPJS Ketenagakerjaan Bontang. Acara santai dibarengi buka puasa bersama ini digelar di Kantor BPJS Ketenagakerjaan cabang Bontang, Jalan KS Tubun, Bontang Utara, Rabu (5/5) petang.
Silaturahmi itu dihadiri langsung Ketua SMSI Bontang, Jeje Setender, pengurus serta anggota SMSI. Diskusi dan obrolan ringan mengalir. Sembari tanya jawab soal perlindungan BPJS Ketenagakerjaan.
Ketua SMSI Bontang, Jeje Setender mengapresiasi silaturahmi ini. Apalagi kata dia, momen ini sangat penting. Terlebih kewajiban perusahaan pers untuk mendaftarkan para wartawan dan karyawannya menjadi anggota BPJS Ketenagakerjaan.
Jeje bilang, kerja wartawan tidaklah mudah. Demi mengejar sebuah momen untuk dijadikan berita, acap kali dihadapi risiko. Apalagi, tingkat mobilitas kerja pewarta yang tinggi sudah sepatutnya, perusahaan media memberi jaminan keselamatan para wartawannya. Yakni, lewat BPJS Ketenagakerjaan.
“Selain syarat agar terverifikasi di Dewan Pers, juga ini merupakan program untuk melindungi tenaga kerja yang memang sangatlah diperlukan,” tegas Jeje.
Selain itu, sambungnya Jeje, jaminan sosial tenaga kerja memang sudah seharusnya menjadi hak untuk setiap pekerja.
Sementara itu, Kepala Bidang Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Bontang, Ahmad Bisyri mengapresiasi anggota SMSI Bontang sudah turut serta dalam kegiatan sosialisasi mamfaat BPJS Ketenagakerjaan.
“Harapan kami setelah adanya kegiatan sosialisasi ini para perusahaan media yang bergabung di SMSI Bontang dapat memberikan edukasi kepada masyarakat secara luas terkait dengan mamfaat program BPJS Ketenagakerjaan,” katanya.
Bisyri berharap kepada perusahaan media yang tergabung di SMSI Bontang untuk segera mendaftarkan dirinya ke BPJS Ketenagakerjaan.
Kesempatan itu, Bisyri pun menjelaskan berbagai hal yang dirasa perlu untuk disampaikan pihaknya kepada SMSI Bontang maupun wartawannya. Tak bosan-bosannya juga menjelaskan peran dan perbedaan antara BPJS Ketenagakerjaan serta BPJS Kesehatan.
Kemudian berlanjut membuka diskusi ringan dengan para penulis maupun aktivis multimedia ini. Menjawab beberapa pertanyaan misalnya tentang keterbukaan informasi yang berlaku di BPJS Ketenagakerjaan. Mereka pun sangat terbuka untuk menjalin kemitraan dengan para wartawan.
Diakhir Bisyri berharap kepada seluruh media yang ada di Kota Bontang untuk dapat bisa memberikan informasi terkait Inpres ini secara luas, karena tentunya semua masyarakat pekerja mempunyai resiko.
“Apabila semua masyarakat sudah terlindungi melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan, InsyaAlloh nantinya seluruh risiko kini menjadi tanggung jawab BPJS Ketenagakerjaan,” tutupnya. **




















Comments 1