• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, April 1, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Bontang

Satpol PP Bontang Tertibkan Anak Berjualan saat Jam Belajar, Orangtua Dipanggil

Suriadi Said by Suriadi Said
3 Oktober 2025 | 09:16
Reading Time: 3 mins read
0
Pemkot Bontang Selamatkan Dua Anak Berjualan di Jalanan, Orangtua Dipanggil untuk Pembinaan Satpol PP Bontang Tertibkan Anak Berjualan saat Jam Belajar, Orangtua Dipanggil

Satpol PP Bontang Tertibkan Anak Berjualan saat Jam Belajar. (Fahrul/Pranala.co)

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

Pranala.co, BONTANG – Suasana Jalan A. Yani, Kamis (2/10) malam, tampak ramai. Namun di balik keramaian itu, Satpol PP Bontang mendapati pemandangan yang menyentuh hati. Seorang bocah 7 tahun terlihat menjajakan telur puyuh. Tak jauh dari sana, di depan Eramart Tanjung Laut Indah, seorang bocah 11 tahun sibuk menawarkan keripik.

Padahal, waktu sudah menunjukkan pukul 20.00 WITA. Itu artinya, jam wajib belajar sudah berlangsung. Tak hanya anak-anak, petugas juga mendapati seorang remaja 22 tahun yang mengamen di jalanan.

PILIHAN REDAKSI

Razia di Bontang, Dua Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring di Hotel

Razia di Bontang, Dua Pasangan Bukan Suami Istri Terjaring di Hotel

5 Maret 2026 | 07:10
Razia Ramadan di Bontang Selatan, Nihil Pelanggaran

Razia Ramadan di Bontang Selatan, Nihil Pelanggaran

25 Februari 2026 | 19:10

“Seharusnya mereka ada di rumah untuk belajar. Orang tuanya sudah kami panggil,” tegas Kasatpol PP Bontang, Ahmad Yani.

Ketiganya langsung dibawa ke rumah singgah. Di sana, mereka didata bersama Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil). Status kependudukan juga dicek. Jika terbukti bukan warga Bontang, penanganan akan diteruskan ke instansi lain, termasuk Dinas Pemberdayaan Anak, Perempuan, dan Keluarga Berencana (DPAKB) atau pemerintah provinsi.

Ahmad Yani menegaskan, tugas Satpol PP hanya mengamankan. Selanjutnya pembinaan akan dilakukan oleh dinas terkait.

Pihaknya juga tak hanya fokus pada anak-anak di jalanan. Satpol PP berkomitmen menindak tegas siapa pun yang menjadi penadah atau koordinator di balik aktivitas itu.

“Kalau kami temukan penadahnya, pasti kami tindak tegas dan laporkan ke polisi. Harus ada efek jera,” tegasnya.

Di Bontang, jam wajib belajar diatur dalam Peraturan Wali Kota Nomor 8 Tahun 2008. Waktu belajar ditetapkan pukul 19.00 hingga 21.00 WITA. Tujuannya jelas: memberi ruang anak-anak untuk fokus pada pendidikan, menjauhkan mereka dari kegiatan yang tidak produktif, serta membangun kedisiplinan sejak dini.

Respons Wakil Wali Kota

Menanggapi temuan itu, Wakil Wali Kota Bontang Agus Haris menegaskan Satpol PP harus segera menghentikan segala bentuk eksploitasi anak.

“Kalau anak itu bukan orang Bontang, Satpol PP wajib bertindak. Amankan, panggil koordinatornya, lalu pulangkan ke kampung halamannya. Tidak boleh ada eksploitasi,” tegasnya usai menutup kegiatan SMAN 3 Cup 2025.

Menurut Agus, perlu dibedakan antara anak yang membantu orang tua berjualan dan anak yang dipaksa bekerja untuk keuntungan orang lain.

“Kalau bantu orang tua, itu positif. Mereka belajar tanggung jawab sejak dini. Yang salah adalah ketika ada pihak yang mengkoordinir anak-anak untuk mencari keuntungan,” ujarnya.

Agus Haris menekankan pemerintah tidak tinggal diam. Ia sudah meminta dinas terkait melakukan pendataan anak-anak usia sekolah yang berjualan di jalan.

“Kalau ada anak turun ke jalan, itu tanda ada kebutuhan keluarga yang belum terpenuhi. Pemerintah wajib hadir. Kita sudah siapkan kredit nol persen, mulai Rp5 juta sampai Rp25 juta, untuk meringankan beban keluarga,” jelasnya.

Meski mengapresiasi semangat anak-anak yang ingin membantu ekonomi orang tua, Agus menegaskan pendidikan tetap menjadi prioritas.

“Anak-anak itu aset bangsa. Belajar mandiri boleh, tapi sekolah tidak boleh terganggu. Pemerintah komitmen menindak tegas eksploitasi sekaligus memastikan masa depan anak-anak tetap terjaga,” pungkasnya.

Masyarakat juga diminta ikut berperan aktif. Jika melihat anak-anak masih berjualan atau berkeliaran saat jam belajar, warga diminta segera melapor. (FR)

 

Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

Tags: Pedagang Kaki LimaSatpol PP Bontang
Previous Post

Bontang Raih Penghargaan IMDI 2025, Kota Paling Adaptif Digital di Kalimantan

Next Post

Hari Kesaktian Pancasila, Kodim 0908/Bontang Gelar Donor Darah hingga Bazar UMKM

BACA JUGA

Pemkot Bontang Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu ke BPK

Pemkot Bontang Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu ke BPK

1 April 2026 | 08:07
Curhatan ASN Bontang soal Rencana Pemangkasan TPP

Curhatan ASN Bontang soal Rencana Pemangkasan TPP

1 April 2026 | 07:21
Perjalanan Kota Bontang Kejar Jargas 100 Persen sejak 2011

Perjalanan Kota Bontang Kejar Jargas 100 Persen sejak 2011

31 Maret 2026 | 23:11
Alhamdulillah! Bontang Dapat 2 Ribu Sambungan Gas Rumah Tangga Tambahan

Alhamdulillah! Bontang Dapat 2 Ribu Sambungan Gas Rumah Tangga Tambahan

31 Maret 2026 | 22:16
17 Dapur MBG Bontang Belum Penuhi Standar Badan Gizi Nasional SPPG ke-19 Resmi Dibuka di Bontang Lestari, Pemkot Perkuat Layanan Gizi

17 Dapur MBG Bontang Belum Penuhi Standar Badan Gizi Nasional

31 Maret 2026 | 19:55
Wali Kota Bontang: ASN yang Malas Berpotensi Kehilangan TPP Pemkot Bontang Teken Kerja Sama Tiga Instansi, Fokus Tata Kelola dan Layanan Publik

Wali Kota Bontang: ASN yang Malas Berpotensi Kehilangan TPP

31 Maret 2026 | 15:09
Next Post
Hari Kesaktian Pancasila, Kodim 0908/Bontang Gelar Donor Darah hingga Bazar UMKM

Hari Kesaktian Pancasila, Kodim 0908/Bontang Gelar Donor Darah hingga Bazar UMKM

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

30 Maret 2026 | 19:05
Kontrak Berakhir 2026, Pemprov Kaltim Buka Tender Pengelolaan Mal Lembuswana Samarinda Nasib Mal Lembuswana di Ujung Tanduk: DPRD Kaltim Siap Evaluasi Kontrak Sewa

Kontrak Berakhir 2026, Pemprov Kaltim Buka Tender Pengelolaan Mal Lembuswana Samarinda

25 Maret 2026 | 21:44
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Wisata Pulau Beras Basah Bontang Tetap Diminati, Namun Biaya Tinggi dan Sampah jadi Catatan

Wisata Pulau Beras Basah Bontang Tetap Diminati, Namun Biaya Tinggi dan Sampah jadi Catatan

24 Maret 2026 | 19:13
Tarif Air Minum Bontang Naik Mulai April 2026, Ini Rincian dan Dampaknya bagi Pelanggan Perumda Tirta Taman Hentikan Sementara Distribusi Air di Sejumlah Wilayah Bontang, Ini Daftarnya Terendah di Kaltim, Tarif Tak Naik sejak 2017, PDAM Bontang Krisis Keuangan?

Tarif Air Minum Bontang Naik Mulai April 2026, Ini Rincian dan Dampaknya bagi Pelanggan

26 Maret 2026 | 13:34

Terbaru

69 Anak jadi Korban Kekerasan di Kaltim 454 Kasus Kekerasan Anak Terjadi di Kaltim Kurun 2025 Kasus Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak di Kaltim Terus Meningkat

69 Anak jadi Korban Kekerasan di Kaltim

1 April 2026 | 09:02
Pemkot Bontang Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu ke BPK

Pemkot Bontang Serahkan LKPD 2025 Tepat Waktu ke BPK

1 April 2026 | 08:07
Sedekah Sampah di Samarinda: Dari Halaman Masjid, Gerakan Lingkungan Itu Dihidupkan Kembali

Sedekah Sampah di Samarinda: Dari Halaman Masjid, Gerakan Lingkungan Itu Dihidupkan Kembali

1 April 2026 | 07:46
Harga Sawit Kaltim Menguat di Akhir Maret 2026 Harga TBS Sawit Kaltim Naik Akhir Januari 2026, Pendapatan Petani Ikut Terdongkrak Petani Plasma Kaltim Sumringah, Harga TBS Tembus Rp 3.350 per Kg Pekebun di Kaltim Paling Sejahtera sepanjang November 2023, Penyebabnya?

Harga Sawit Kaltim Menguat di Akhir Maret 2026

1 April 2026 | 07:31

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved