Pranala.co, SAMARINDA — Jalan menjadi urat nadi. Tanpanya, pembangunan timpang. Ekonomi tersendat. Harga kebutuhan melambung.
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur alias Pemprov Kaltim memahami betul hal itu. Pada 2025, anggaran besar disiapkan. Nilainya Rp2,08 triliun. Fokusnya satu: infrastruktur jalan.
Langkah ini menjadi bagian dari target ambisius Pemprov Kaltim. Seluruh jalan provinsi ditargetkan dalam kondisi mantap pada 2029.
Saat ini, pekerjaan rumahnya masih banyak. Hingga 2024, sepanjang 167,01 kilometer atau 17,79 persen dari total 938,85 kilometer jalan provinsi masih belum mantap.
Gubernur Kaltim, Rudy Mas’ud menegaskan, kondisi jalan menjadi fondasi utama pembangunan yang adil dan merata.
“Sulit mewujudkan pembangunan yang inklusif jika jalan kita masih rusak. Ini harus menjadi fokus bersama,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat, 19 Desember 2025.
Di bawah kepemimpinan Rudy Mas’ud dan Wakil Gubernur Seno Aji, Pemprov Kaltim menetapkan peta jalan bertahap dalam RPJMD 2025–2029. Targetnya disusun progresif.
Pada 2025, jalan mantap ditargetkan mencapai 85,70 persen atau 804,59 kilometer. Tahun berikutnya naik menjadi 89,84 persen. Pada 2027 menjadi 93,62 persen. Tahun 2028 ditargetkan 97,57 persen. Hingga akhirnya mencapai 100 persen di akhir 2029.
Untuk mengejar target itu, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kaltim menyiapkan lima proyek strategis. Proyek-proyek ini menjadi tulang punggung pengembangan jaringan jalan provinsi.
Lima proyek tersebut meliputi pembangunan jalan Tering–Ujoh Bilang di Kutai Barat–Mahakam Ulu, jalan Long Bagun Seberang–Long Boh penghubung Kaltim–Kaltara, serta akses Jembatan Sei Nibung–Simpang 46 di Kutai Timur.
Selain itu, ada proyek Waterfront dan Riverside Road Selili–Jembatan Mahkota II Samarinda, serta jalan sumbu IKN Sotek–Bongan yang menghubungkan Penajam Paser Utara dan Kutai Barat.
Anggaran Rp2,08 triliun pada 2025 dialokasikan untuk berbagai pekerjaan fisik. Mulai dari pembangunan jalan baru, rekonstruksi ruas rusak, pelebaran jalan, hingga pembangunan dan perbaikan jembatan.
Bidang Bina Marga Dinas PUPR mengeksekusi sejumlah paket pekerjaan. Di antaranya pembangunan akses Sei Nibung, koridor Tering–Ujoh Bilang yang terbagi dalam empat paket, serta jalur Ujoh Bilang–Long Bagun–Long Pahangai.
Perbaikan juga menyasar jalan-jalan eksisting yang mengalami kerusakan berat. Ruas prioritas meliputi Talisayan–Tanjung Redeb, batas Kutai Timur–Talisayan, Simpang Empat Kaliorang–batas Berau, Simpang Tiga Sebulu–Muara Kaman, serta Muara Badak–batas Bontang.
Di wilayah perkotaan, rekonstruksi dilakukan pada sejumlah ruas penting. Di antaranya Jalan Kadrie Oening, Teuku Umar, Nusyirwan Ismail atau Ring Road II, serta Jalan DI Pandjaitan II di Samarinda. Di Bontang, perbaikan menyasar Jalan Letjen Urip Sumoharjo.
Pelebaran jalan juga menjadi perhatian. Koridor strategis seperti Simpang Empat Sambera–Muara Badak, Janju–Simpang Tiga Jone–Pondong Baru, serta Simpang Samboja–batas Balikpapan diperlebar untuk mengantisipasi lonjakan volume lalu lintas.
Tak kalah penting, pembangunan turap, talud, dan bronjong dilakukan di sejumlah titik rawan. Infrastruktur penahan ini dibangun untuk menjaga stabilitas jalan, terutama di wilayah dengan topografi sulit.
Program tersebut mencakup ruas Simpang Empat Kaliorang–batas Berau, batas Kutai Timur–Talisayan, Talisayan–Tanjung Redeb, hingga kawasan Jembatan Sanga-sanga–Dondang.
Infrastruktur jembatan juga mendapat porsi serius. Pemerintah membangun jembatan baru di ruas Ujoh Bilang–Long Bagun–Long Pahangai, memperbaiki Jembatan Manggar Besar di Balikpapan dan Jembatan Mahulu di Samarinda.
Selain itu, pembangunan fender Jembatan Sambaliung I dan Jembatan Dondang dilakukan sebagai langkah mitigasi risiko struktural.
Rudy Mas’ud menegaskan, pembangunan jalan bukan sekadar proyek fisik. Lebih dari itu, jalan adalah instrumen pemerataan ekonomi.
Menurutnya, akses yang baik akan menekan disparitas harga kebutuhan pokok. Terutama di wilayah pedalaman dan perbatasan yang selama ini terkendala akses.
“Peningkatan konektivitas akan mendukung ketahanan pangan, ekonomi, dan energi. Dampaknya langsung dirasakan masyarakat,” ujarnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















