Pranala.co, BALIKPAPAN — Misteri hilangnya Khoirul Anam (16), remaja yang tenggelam di Pantai Kemala Balikpapan, akhirnya terungkap. Setelah empat hari pencarian intensif, jenazahnya ditemukan di perairan Samboja, Kutai Kartanegara, dan telah dipastikan identitasnya melalui proses identifikasi forensik oleh tim DVI Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan.
Kepala Bidang Dokkes Polda Kaltim, Kombes Pol drg. Nelson Situmorang, menjelaskan, korban pertama kali dilaporkan tenggelam pada Senin (10/11/2025) sore saat berenang bersama teman-temannya di Pantai Kemala, Balikpapan Kota.
Setelah empat hari proses pencarian oleh tim SAR gabungan, tepat pada Kamis (13/11/2025) tim berhasil menemukan korban. “Jenazah korban ditemukan di perairan Samboja,” ujar Nelson saat konferensi pers di Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan.
Lanjutnya, jenazah yang ditemukan kemudian dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan untuk proses identifikasi forensik. Tim DVI dan Biddokkes Polda Kaltim segera melakukan pemeriksaan antemortem dan postmortem guna memastikan identitas korban.
“Kami mengumpulkan data antemortem dari pihak keluarga, terutama kedua orang tuanya yang sangat dekat dengan korban,” jelas Nelson.
Dari hasil pencocokan, kata Nelson, data antemortem dan postmortem menunjukkan hasil yang sama. Kesimpulan tim DVI menyatakan bahwa jenazah tersebut positif teridentifikasi sebagai Khoirul Anam (16), korban yang dilaporkan tenggelam di Pantai Kemala empat hari sebelumnya.
“Kedua data tersebut matching atau sesuai dengan identitas Khoirul Anam,” kata Nelson.
Terlebih, proses identifikasi diperkuat oleh data sekunder seperti pakaian terakhir yang dikenakan, tanda luka, serta ciri medis yang sesuai dengan laporan keluarga dan teman-teman korban.
Nelson mengungkapkan, saat awal ditemukan, kondisi jenazah sudah sulit dikenali secara kasat mata karena telah hilang selama empat hari di laut.
Sebab, wajah korban mengalami proses pembusukan akibat terombang-ambing arus yang membawanya dari Pantai Kemala hingga ke perairan Samboja.
Selain itu, tim forensik memperoleh tujuh sumber data antemortem, termasuk keterangan dari orang tua dan empat teman dekat korban. Semua hasil pemeriksaan menunjukkan kecocokan penuh dengan temuan di lapangan.
“Kami, atas nama Polda Kalimantan Timur, Biddokkes, dan Rumah Sakit Bhayangkara Balikpapan, menyampaikan turut berduka cita yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban,” tuturnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















