Pranala.co, SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman menegaskan Pemkab saat ini memfokuskan langkah pada optimalisasi penyerapan anggaran dan penguatan daya beli masyarakat. Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan program pembangunan di daerah berjalan maksimal.
Dia menilai percepatan realisasi anggaran menjadi salah satu kunci penting dalam mendorong perputaran ekonomi daerah. Ketika anggaran cepat terserap, program pemerintah dapat segera dilaksanakan dan manfaatnya langsung dirasakan masyarakat.
Ardiansyah bilang, penyerapan anggaran yang optimal akan mendorong aktivitas ekonomi di berbagai sektor, mulai dari pembangunan infrastruktur hingga program pemberdayaan masyarakat.
Hingga Maret 2026, realisasi pendapatan daerah tercatat mencapai 8,13 persen. Meski demikian, pemerintah daerah terus mendorong peningkatan kinerja perangkat daerah agar target pendapatan dan belanja dapat berjalan seimbang.
Bupati Ardiansyah meminta instansi terkait, khususnya Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), memperkuat koordinasi guna memastikan sinkronisasi data antara pendapatan dan belanja daerah.
“Kita perlu memastikan sinkronisasi data antara pendapatan dan belanja segera terintegrasi agar langkah kebijakan yang diambil pemerintah daerah lebih presisi,” ujar Ardiansyah usai mengikuti Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi di ruang Zoom Diskominfo Staper, Senin (9/3/2026).
Pasar Murah Digelar Jelang Idulfitri
Selain fokus pada penyerapan anggaran, pemerintah daerah juga menyiapkan langkah pengendalian inflasi menjelang Hari Raya Idulfitri.
Bupati meminta Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) segera merealisasikan program pasar murah secara masif di berbagai wilayah Kutai Timur. Program tersebut bertujuan menjaga ketersediaan bahan pangan sekaligus memastikan harga tetap terjangkau bagi masyarakat.
Disperindag juga diminta melakukan pemantauan harga secara berkala di pasar, terutama untuk bahan pokok penting (bapokting), agar potensi kenaikan harga dapat diantisipasi sejak dini.
Di sektor infrastruktur, pemerintah daerah juga menaruh perhatian pada kenyamanan masyarakat, khususnya terkait kondisi jalan.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) diminta mempercepat perbaikan jalur utama melalui sistem swakelola. Beberapa titik yang menjadi prioritas perbaikan berada di sepanjang Jalan Soekarno Hatta hingga kawasan Bukit Pelangi.
Perbaikan tersebut dilakukan untuk mendukung kelancaran lalu lintas dan telah dikoordinasikan dengan pihak kepolisian agar aktivitas masyarakat tetap berjalan lancar.
Selain persoalan ekonomi dan infrastruktur, pemerintah daerah juga meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.
Berdasarkan prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, fenomena hidrometeorologi berpotensi terjadi hingga Juni mendatang.
Karena itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) diminta memperkuat koordinasi lintas sektor di lapangan untuk mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.
“Koordinasi aktif di lapangan harus terus ditingkatkan sebagai langkah antisipatif terhadap potensi bencana, sehingga keselamatan warga tetap menjadi prioritas utama kita,” tegas Bupati Kutim, Ardiansyah. (RED)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















